WELCUM TO BAGUS ADITYA UTAMA'S BLOG

Pendengar yang baik tapi bukan buaya

Find Out More Purchase Theme

Meet me at

Instagram

Contact me via Instagram.

Read More

Twitter

Contact me via Twitter

Read More

Under Construction

Coming Soon

Read More

Under Construction

Coming Soon

Read More

Ketikan Tangan

Friday, November 6, 2020

TUGAS APLIKOM 1A BAGUS ADITYA UTAMA 1PA23 UNIVERSITAS GUNADARMA

 

TUGAS APLIKOM 1A
Bagus Aditya Utama
10520206
1PA23
Dosen : Kurniawan B. Prianto S.KOM.SH.MM


DAFTAR ISI
12. Analisa sistem informasi
      12.1. Sistem
               12.1.1. Definisi sistem
     12.1.2. Komponen pembentuk sistem
     12.1.3. Klasifikasi sistem
               12.1.4. Contoh deskripsi sistem 
       12.2. Analisa Sistem  
13. Pengenalan Flowchart (Diagram Alur)    
      13.1. Definisi, Jenis Flowchart
      13.2. Template / simbol-simbol Flowchart
      13.3. Kaidah pembuatan flowchart
      13.4. Akumulator  
14. Unified Modeling Language (UML)
    14.1. Pengenalan UML
  14.2. Diagram-diagram UML
  14.3. Tool pendukung UML
15. Daftar Pustaka
 










Sistem
Secara umum, pengertian sistem adalah suatu kesatuan, baik obyek nyata atau abstrak yang terdiri dari berbagai komponen atau unsur yang saling berkaitan, saling tergantung, saling mendukung, dan secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien
Ada juga yang mengatakan definisi sistem adalah suatu paduan yang terdiri dari beberapa unsur/ elemen yang dihubungkan menjadi satu kesatuan sehingga memudahkan aliran informasi dan materi/ energi untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu.
Secara etimologis, istilah “sistem” berasal dari bahasa Latin (systÄ“ma) dan bahasa Yunani (sustÄ“ma) yang sering dipakai untuk memudahkan dalam menggambarkan interaksi di dalam suatu entitas.
Istilah “sistem” sering digunakan dalam berbagai bidang, sehingga maknanya akan berbeda-beda sesuai dengan bidang yang dibahas. Namun, secara umum kata “sistem” mengacu pada sekumpulan benda yang saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
Definisi Sistem Secara Umum
Pengertian sistem secara umum adalah suatu kumpulan objek atau unsur-unsur atau bagian-bagian yang memiliki arti berbeda-beda yang saling memiliki hubungan, saling berkerjasama dan saling memengaruhi satu sama lain serta memiliki keterikatan pada rencana yang sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu pada lingkungan yang kompleks.Sedangkan definisi sistem secara singkat adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Komponen Sistem
Terdiri dari delapan komponen yang membentuk sebuah building block. Komponen-komponen tersebut meliputi input, output, model, teknologi, hardware, software, basis data, dan kontrol. Untuk lebih jelasnya, simak rangkuman jurnal sistem informasi berikut ini.
Komponen Input
Hal-hal yang masuk dalam komponen input ini meliputi kumpulan data-data. Dalam komponen ini, harus ada semacam metode serta media untuk mengumpulkan data-data yang nantinya akan diolah menjadi informasi. Data yang akan dimasukkan bisa berupa dokumen-dokumen dasar.
Komponen Model
Selanjutnya, sistem informasi juga membutuhkan komponen model. Komponen yang satu ini terdiri dari kombinasi antara prosedur, logika, serta model matematik yang berfungsi memanipulasi dan mengolah data input atau data yang tersimpan. Setelah melalui komponen ini, diharapkan data yang diolah akan menghasilkan keluaran atau informasi yang diinginkan.


Komponen Output
Setelah melalui komponen model, data atau informasi keluar melalui komponen output. Dalam komponen output, informasi yang keluar sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Semua pemakai sistem bisa menggunakan data yang berkualitas tersebut.
Komponen Teknologi
Teknologi menjadi semacam tool box dalam sebuah sistem informasi. Teknologi ini digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan sekaligus mengakses data, menghasilkan keluaran, hingga membantu pengendalian dari seluruh sistem. Teknologi yang canggih adalah modal utama sebuah sistem.
Komponen Hardware
Hardware atau perangkat keras berfungsi untuk alat penyimpanan informasi. Hardware adalah tempat menampung database untuk memperlancar kerja sistem informasi.
Komponen Software
Software atau perangkat lunak merupakan tempat yang berfungsi untuk mengolah, menghitung, sekaligus memanipulasi data. Software mengambil data dari hardware untuk menciptakan sebuah informasi berkualitas.
Komponen Basis Data
Basis data merupakan data-data yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kumpulan data ini tersimpan di perangkat keras. Data tersebut kemudian diolah di perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Data di basis data perlu diolah sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan informasi yang berkualitas. Pengorganisasian basis data yang bagus dapat bermanfaat pula untuk efisiensi kapasitas penyimpanan. Basis data ini bisa diakses atau diolah melalui perangkat lunak yang disebut dengan Database Management System (DBMS).
Komponen Kontrol
Komponen terakhir yang harus ada dalam sistem informasi adalah komponen kontrol. Dalam sebuah sistem, ada banyak faktor yang berisiko untuk merusak sistem informasi. Faktor-faktor seperti bencana alam, temperature, debu, hingga kegagalan dalam sistem berpotensi merusak sistem informasi. Untuk itu, kamu tetap membutuhkan pengendalian untuk menghindari risiko kerusakan sistem. Komponen kontrol inilah yang punya tugas tersebut.
Dalam komponen kontrol, terdapat beberapa pengendalian yang harus dirancang. Pengendalian ini disusun untuk memastikan bahwa tidak ada hal-hal yang bisa merusak sistem. Kalaupun ada, sistem kontrol harus punya solusi untuk mengurangi dampak kerusakan.
Klasifikasi Sistem
Klasifikasi sistem adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya, karena tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk setiap perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut.

Sehingga, sistem tersebut dapat diklasifikasikan dari beberapa sistem, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik (physical system) merupakan sistem yang ada secara fisik.
2. Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.
3. Sistem tertentu (deterministic system) beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu (probabilistic system) adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probalilitas.
4. Sistem tertutup (closed system) merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luar. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar.
Pengertian Analisis Sistem
Analisis sistem adalah penjabaran dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam berbagai macam bagian komponennya dengan maksud agar kita dapat mengidentifikasi atau mengevaluasi berbagai macam masalah maupun hambatan yang akan timbul pada sistem sehingga nantinya dapat dilakukan penanggulangan, perbaikan atau juga pengembangan.
Lalu maka orang yang maupun kelompok yang akan melakukan perbaikan maupun perancangan suatu sistem akan dinamakan dengan sistem analis. Sistem analis merupakan orang atau kelompok yang akan melaksanakan pengembangan sistem. Sistem analis dapat menekuni permasalah ataupun kebutuhan pada suatu sistem & sistem analis juga merupakan orang yang akan bertanggung jawab atas terjadinya proses analisa maupun perancangan pada sistem informasi.

Definisi Flowchart
Flowchart adalah Bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.
Jenis jenis Flowchart
Ada beberapa jenis flowchart diantaranya:
Bagan alir sistem (systems flowchart).
Bagan alir dokumen (document flowchart).
Bagan alir skematik (schematic flowchart).
Bagan alir program (program flowchart).
Bagan alir proses (process flowchart).
1. System Flowchart
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
2. Document Flowchart
Bagan alir dokumen  (document flowchart)  atau disebut juga bagan alir formulir  (form  flowchart)  atau  paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.
3. Schematic Flowchart
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar  ini  memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.
4. Program Flowchart
Bagan alir program  (program flowchart)  merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem.
Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program  (program logic flowchart)  dan bagan alir program komputer terinci  (detailed computer program flowchart).  Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program komputer terinci  (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram. 
5. Process Flowchart
Bagan alir proses  (process flowchart)  merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.
Simbol-Simbol Flowchart dan Penggunaannya
Flowchart memiliki simbol- simbol tersendiri dari setiap anotasi- anotasi geometri yang digunakan. Beberapa simbol flowchart sering digunakan dalam pembuatan sebuah sistem, sedangkan lainnya jarang digunakan, kecuali dalam pembuatan proses yang komplek dan rumit.

Terminal Point Symbol / Simbol Titik Terminal menunjukkan permulaan (start) atau akhir (stop) dari suatu proses.
Flow Direction Symbol / Simbol Arus adalah simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain (connecting line). Simbol ini juga berfungsi untuk menunjukkan garis alir dari proses.
Processing Symbol / Simbol Proses digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh komputer. Pada bidang industri (proses produksi barang), simbol ini menggambarkan kegiatan inspeksi atau yang biasa dikenal dengan simbol inspeksi
Decision Symbol / Simbol Keputusan merupakan simbol yang digunakan untuk memilih proses atau keputusan berdasarkan kondisi yang ada. Simbol ini biasanya ditemui pada flowchart program.
Input-Output / Simbol Keluar-Masuk menunjukkan proses input-output yang terjadi tanpa bergantung dari jenis peralatannya.
Predefined Process / Simbol Proses Terdefinisimerupakan simbol yang digunakan untuk menunjukkan pelaksanaan suatu bagian prosedur (sub-proses). Dengan kata lain, prosedur yang terinformasi di sini belum detail dan akan dirinci di tempat lain
Connector (On-page)
Simbol ini fungsinya adalah untuk menyederhanakan hubungan antar simbol yang letaknya berjauhan atau rumit bila dihubungkan dengan garis dalam satu halaman
Connector (Off-page)
Sama seperti on-page connector, hanya saya simbol ini digunakan untuk menghubungkan simbol dalam halaman berbeda. label dari mbolol ini dapat menggunakan huruf atau angka
Preparation Symbol / Simbol Persiapan merupakan simbol yang digunakan untuk mempersiapkan penyimpanan di dalam storage.
Manual Input Symbol digunakan untuk menunjukkan input data secara manual menggunakan online keyboard.
Manual Operation Symbol / Simbol Kegiatan Manual digunakan untuk menunjukkan kegiatan/proses yang tidak dilakukan oleh komputer.
Document Symbol
Jika Anda menemukan simbol ini artinya input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas, atau output yang perlu dicetak di atas kertas.
Multiple Documents
sama seperti document symbol hanya saja dokumen yg digunakan lebih dari satu dalam simbol ini
Display Symbol
adalah simbol yang menyatakan penggunaan peralatan output, seperti layar monitor, printer, plotter dan lain sebagainya
Delay Symbol
sesuai dengan namanya digunakan untuk menunjukkan proses delay (menunggu) yang perlu dilakukan. Seperti menunggu surat untuk diarsipkan dll
Movement Symbol
Menunjukkan suatu proses pemindahan (movement), misalnya saja pemindahan material , pengangkatan barang dan sebagainya.

Kaidah Flowchart
Flowchart atau Bagan alir adalah bagan  (chart) yang menunjukkan alir  (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi 
untuk Menggambarkan urutan atau tahapan dari penyelesaian masalah
Menggambarkan permasalahan secara sederhana, terurai, rapi dan jelas

Akumulator 
Pengertian Akumulator
Akumulator(Accumulator) adalah tempat penampung suatu nilai. Nilai yang masuk akan dijumlahkan dengan nilai yang ada didalamnya, sehingga accumulator dapat dipakai untuk menentukan nilai total dari penjumlahan suatu bilangan.
Contoh dari akumulator seperti popads. Dimana jumlah uang yang ada didalam popads akan terus bertambah jika ada views yang melihat artikel. Dalam implementasi bentuk flowchart, akumulator digambarkan sebagai bentuk simbol proses.
Misalakan untuk menghitung jumlah earnings pada popads. Total earnings = TotalViews+Earns.
Pada awal proses totak earnins bernilai nol. pada waktu proses diatas dilaksanakan, besarnya nilai Earns ditambahkan ke accumulator Total Earnings.
Analisa persoalan :
Untuk mengimplementasikan persoalan ke bentuk flowchart, lakukan analisa masalah dengan merinci spesifikasi program yang terdiri dari :
- Penentuan hubungan antara data input dengan hasil pengolahan.
- Penentuan hubungan antara pengolahan dengan data output.
- Penentuan prosedur/langkah-langkah pengolahan.

UML
Pengenalan UML
UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOAD&D/object oriented analysis and design) yang dimunculkan sekitar akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an. UML merupakan gabungan dari metode Booch,Rumbaugh (OMT) dan Jacobson. Tetapi UML  mencakup lebih luas daripada OOAD. Pada pertengahan saat pengembangan UML, dilakukan standarisasi proses dengan OMG(Object Management Group) dengan harapan UML bakal menjadi bahasa standar pemodelan pada masa yang akan datang (yang sekarang sudah banyak dipakai oleh berbagai kalangan).Jadi,UML dibuat untuk memudahkan para system developer untuk berdiskusi dengan bahasa pemodelan yang mudah dipahami
Diagram UML
UML diciptakan oleh Object Management Group yang diawali dengan versi 1.0 pada Januari 1997. Dalam pengembangan berorientasi objek ada beberapa prinsip yang harus dikenal:
Object
Class
Abstraction
Encapsulation
Inheritance
Polymorphism
Dalam UML sendiri terdapat beberapa diagram yang wajib dikuasai yaitu:
a. Structural Diagram
Class Diagram, diagram ini terdiri dari class, interface, association, dan collaboration. Diagram ini menggambarkan objek - objek yang ada di sistem.
Object Diagram, diagram ini menggambarkan hasil instansi dari class diagram. Diagram ini digunakan untuk membuat prototype
Component Diagram, diagram ini menggambarkan kumpulan komponen dan hubungan antar komponen. Komponen terdiri dari class, interface, atau collaboration
Deployment Diagram, diagram ini menggambarkan kumpulan node dan hubungan antar node. Node adalah entitas fisik dimana komponen di-deploy. Entitas fisik ini dapat berupa server atau perangkat keras lainnya.
b. Behavioral Diagram
Use case Diagram, diagram ini menggambarkan kumpulan use case, aktor, dan hubungan mereka. Use case adalah hubungan antara fungsionalitas sistem dengan aktor internal/eksternal dari sistem.
Sequence Diagram, diagram ini menggambarkan interaksi yang menjelaskan bagaimana pesan mengalir dari objek ke objek lainnya.
Collaboration Diagram, diagram ini merupakan bentuk lain dari sequence diagram. Diagram ini menggambarkan struktur organisasi dari sistem dengan pesan yang diterima dan dikirim.
Statechart Diagram, diagram ini menggambarkan bagaimana sistem dapat bereaksi terhadap suatu kejadian dari dalam atau luar. Kejadian (event) ini bertanggung jawab terhadap perubahan keadaan sistem.
Activity Diagram, menggambarkan aliran kontrol sistem. Diagram ini digunakan untuk melihat bagaimana sistem bekerja ketika dieksekusi.
UML umum digunakan di dunia kerja dan dunia pendidikan. Dunia kerja menggunakan UML untuk menggambarkan sistem dan aplikasi berbasis objek yang sudah ada sebelumnya atau merancang sistem dan aplikasi di awal pengembangan sebelum memasuki tahap coding. Beberapa posisi pekerjaan yang sering bersinggungan dengan UML antara lain system analyst, software architect, dan technical writer. System analyst selain perlu memiliki kemampuan coding, sudah tentu wajib menguasai UML, jika akan mengembangkan aplikasi atau sistem berbasis objek agar dapat menjadi acuan formal bagi para developer yang bekerja sama dengannya. Tidak hanya itu system analyst pun terkadang dituntut untuk menguasai pembuatan diagram lain seperti data flow diagram, flowchart, entity relationship diagram, dan lainnya. Sedangkan UML menjadi kemampuan wajib bagi seorang technical writer. Pekerjaan di posisi ini cukup banyak dibutuhkan oleh beberapa perusahaan yang kesulitan dalam membuat dokumentasi sistem atau aplikasi yang mereka kembangkan. Selain membuat user guide, technical writer diperlukan untuk membangun keseluruhan dokumentasi dalam UML dari aplikasi atau sistem, sehingga keberadaannya dapat menambah nilai aplikasi menjadi lebih tinggi.
UML pun digunakan sebagai alat dalam beberapa mata kuliah di perguruan tinggi yang membuka jurusan ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi, manajemen informatika, dan komputerisasi akuntansi. Mata kuliah yang biasa diberikan bernama Metodologi Berorientasi Objek dan Pemrograman Berorientasi Objek. Bahasa pemrograman yang digunakan umumnya Java, C#, dan PHP, kemudian mahasiswa akan mempelajari juga bagaimana merancang sebuah sistem atau aplikasi menggunakan UML terhadap suatu kasus dan membuat aplikasinya ketika memasuki tahap coding. Tidak hanya sebatas kuliah, beberapa perguruan tinggi yang mempunyai jurusan informatika, kadang mewajibkan penggunaan UML untuk digunakan sebagai alat bantu di skripsi, tesis, dan disertasi. Karena tidak semua akademisi dapat membaca semua kode program yang datang dari berbagai bahasa pemrograman, maka UML menjadi sarana untuk memahami aplikasi dan sistem yang dikembangkan akademisi lainnya.
Berikut ini adalah beberapa alat yang membantu kita untuk menggunakan UML disebut dengan CASE (computer aided software engineering). Ada beberapa CASE yang umum digunakan oleh para profesional yang menggunakan UML, diantaranya:
Sybase Power Designer
Rational Rose
Microsoft Visio
Enterprise Architect
Ada juga beberapa CASE yang open source dan dapat digunakan secara bebas tanpa terbentur dengan masalah pembayaran lisensi seperti berikut:
StarUML
DIA Diagram Editor
Umbrello
ArgoUML
Software Ideas Modeller
Eclipse UML2
Beberapa alat yang berbayar mempunyai kemampuan untuk melakukan forward engineering dan reverse engineering. Forward engineering adalah sebuah fitur dari suatu CASE dimana UML yang telah dirancang dapat menghasilkan kode program yang akan menjadi pijakan dan panduan untuk mengawali pengembangan aplikasi. Sehingga koherensi antara aplikasi dan UML dapat terjaga. Reverse engineering adalah fitur dimana suatu CASE dapat membaca kode program dan menghasilkan UML dari kode program yang telah ada atau sedang dibuat
1.Use Case Diagram Menurut Sukamto (2011:130) “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat.
Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor denan system informasi yang   akan dibuat” Syarat   penamaan   pada  Use Case adalah   nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada usecase yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case
2.Activity Diagram Menurut  Sukamto  (2011:134)  “Diagram  aktivitas   atau  activity diagrammenggambarkan  workflow  (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atauproses bisnis”. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa diagram aktivitasmenggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitasyang dapat dilakukan oleh sistem. Diagram aktivitas juga banyak digunakan untukmendefinisikan hal-hal berikut:a.Rancangan   proses   bisnis   dimana   setiap   urutan   aktivitas   yangdigambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.b.Urutan   atau   pengelompokan   tampilan   sistem/user   interface  dimanasetiap   aktivitas   dianggap   memiliki   sebuah   rancangan   antarmukatampilan.c.Rancangan   pengujian   dimana   setiap   aktivitas   dianggap   memerlukansebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.
3.Sequnce DiagramMenurut Sukamto (2011:137) “Diagram sekuen menggambarkan kekuatanobjek pada  use case  dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan  messageyang   dikirimkan   dan   diterima   antar   objek”.   Banyaknya   sekuen   yang   harusdigambar adalah sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri.
4.Deployment DiagramMenurut  Sukamto  (2011:129)   “Diagram  deployment  atau  deploymentdiagram  menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi”.Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:a.Sistem   tambahan  (embedded system)  yang   menggambarkan  rancangandivice, node, dan hardware.b.Sistem client/server.c.Sistem terdistribusi murni.d.Rekayasa ulang aplikasi.







Daftar Pustaka:

https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-sistem.html
https://www.zonareferensi.com/pengertian-sistem/
https://dimas347.wordpress.com/2010/12/09/klasifikasi-sistem/
https://pengajar.co.id/analisis-sistem/#ftoc-heading-1
https://sites.google.com/site/sitesfikri/definisi-flowchart
https://salamadian.com/simbol-simbol-flowchart/
https://www.gurupendidikan.co.id/simbol-flowchart/
https://wykanova911.blogspot.com/2018/09/pengertian-akumulator-teknik-dasar.html#:~:text=Akumulator(Accumulator)%20adalah%20tempat%20penampung%20suatu%20nilai.&text=Dimana%20jumlah%20uang%20yang%20ada,menghitung%20jumlah%20earnings%20pada%20popads
https://www.codepolitan.com/unified-modeling-language-uml#:~:text=Pengenalan%20UML,Rumbaugh%20(OMT)%20dan%20Jacobson
https://www.codepolitan.com/mengenal-diagram-uml-unified-modeling-language
https://123dok.com/document/4yr1lopq-lembar-pengesahan-skripsi.html#pdf-content

Friday, October 23, 2020

Tugas 3 Bagus Aditya Utama Aplikom 1A Universitas Gundarma 1PA23

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


TUGAS: PENGANTAR APLIKASI KOMPUTER PSIKOLOGI INFORMATIKA 1A

NPM: 10520206

NAMA: BAGUS ADITYA UTAMA

DOSEN PENGAJAR: KURNIAWAN B. PRIANTO, S.KOM.SH.MM

DAFTAR ISI:

8.1. Elemen Komunikasi Data

8.2. Media Transmisi Data

8.3. Protokol Jaringan

8.4. Model Jaringan

8.5. Fasilitas Jaringan

9.1. Pengenalan Internet

            9.1.1. Definisi dan Sejarah Internet

            9.1.2. Protokol Internet

            9.1.3. Cara Akses Internet

            9.1.4. Domain Name System (DNS)

9.2. Jenis Layanan Internet

            9.2.1. Email

            9.2.2. FTP

            9.2.3. Telnet

            9.2.4. Browser

            9.2.5. Chat

            9.2.6. Mailing List (Milis)

10.1. Pengenalan Statistical Program for Social Science (SPSS)

10.2. Mempersiapkan data dalam SPSS

10.3. Statistik Deskriptif

11. Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8.1. Elemen Komunikasi Data

Pada komunikasi data dapat dikatakan bahwa jenis pesan yang dikirimkan dari dan ke perangkat yang lain merupakan sebuah data digital yang hanya bisa dipahami dengan menggunakan perangkat elektronik tersebut. Komunikasi-komunikasi data contohnya adalah ketika kita akan mencetak tugas atau file tertentu dari komputer melalui laptop. Komputer akan mengirimkan beberapa paket data, seperti jumlah halaman, jenis font, ukuran font, margin dan lain-lain kepada printer yang kita miliki sebagai dasar printer tersebut saat melakukan pencetakan. Pesan tersebut dimengerti oleh printer dan setelah itu printer akan melakukan tugasnya yaitu mencetak dokumen yang telah kita tulis.

Berikut ini adalah beberapa contoh elemen komunikasi data:

1. Pengirim

Pengirim atau sender adalah pihak yang membuat pesan dan melakukan aktivitas menyampaikan pesan tersebut kepada penerima pesan. Hampir semua perangkat dapat menjadi pengirim, akan tetapi mungkin yang lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah komputer atau laptop dan telepon genggam. Kedua perangkat ini bertindak sebagai pengirim pesan. Komputer sendiri sebenarnya terdiri dari berbagai macam perangkat yang saling berhubungan dan di antara perangkat-perangkat tersebut pun terjadi komunikasi data.

2. Penerima

Penerima atau receiver adalah pihak yang menjadi sasaran pesan dari pengirim dan menerima pesan tersebut. Hampir semua perangkat dapat menjadi penerima pesan sekaligus sebagai pengirim, akan tetapi mungkin yang lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah perangkat elektronik seperti printer, speaker portabel yang dihubungkan dengan bluetooth dan lain sebagainya. Perangkat-perangkat itu sendiri sebenarnya terdiri dari berbagai macam unit yang saling berhubungan dan di antara unit-unit tersebut pun terjadi komunikasi data.

Sebagian besar perangkat yang digunakan dalam komunikasi data dapat bertindak sebagai pihak yang mengirim atau pengirim dan juga pihak penerima. Tentu saja peran mereka juga akan menyesuaikan keadaan yang mengikuti komunikasi yang terjadi. Bahkan perangkat keras yang bertindak sebagai pengirim kadang kala juga perlu bertindak sebagai penerima terlebih dahulu sebelum fungsinya dapat berjalan dengan sempurna, seperti misalnya layar kartu grafis.

3. Bahasa data

Semua perangkat tadi tidak akan dapat berkomunikasi satu sama lain apabila tidak memiliki bahasa yang sama. Bahasa yang dimaksud tentunya bukan berupa bahasa seperti bahasa manusia, akan tetapi bahasa-bahasa elektronik, kode program, dan sejenisnya. Elemen ini penting karena tanpa memahami bahasa apa yang dimengerti oleh suatu program atau perangkat tertentu maka tentu saja kita tidak dapat berkomunikasi dengannya meskipun antara pengirim dengan pembicara sudah saling terhubung.

 

4. Transmitter

Transmitter adalah alat untuk mengubah data yang dikirimkan dari perangkat keras tertentu agar menjadi sinyal analog agar dapat dibawa oleh media transmisi tertentu, kemudian diteruskan sampai ke penerima atau transmitter berikutnya. Hasil dari transmitter ini dapat berupa pulsa digital, gelombang elektromagnetik, dan lain sebagainya. Perangkat keras yang dapat berperan sebagai transmitter antara lain modem, satelit, BTS, dan lain sebagainya.

5. Encoder

Encoder adalah alat atau pihak yang melakukan pengkodean atas pesan yang ingin dikirimkan oleh penerima. Contoh encoder misalnya adalah pengenkripsi pesan yang banyak diterapkan pada sosial media seperti WhatsApp, Telegram, dan lain sebagainya. Adanya encoder ini membuat pesan terwujud dalam bentuk “fisik” sehingga dapat dikirimkan, selain juga untuk meningkatkan keamanan pesan.

6. Decoder

Decoder adalah alat atau pihak yang melakukan pembacaan kode atau simbol atas pesan yang ingin dikirimkan oleh penerima. Contoh decoder misalnya adalah pendekripsi pesan yang banyak diterapkan pada sosial media seperti WhatsApp, Telegram, dan lain sebagainya. Adanya decoder membuat pesan yang dikirim dapat dipahami.

7. Media transmisi

Media transmisi adalah sarana atau perangkat yang digunakan untuk mengirimkan data dari pengirim ke pada penerima. Secara umum, media transmisi terdiri dari dua jenis, yaitu media transmisi fisik dan media transmisi digital. Media transmisi fisik misalnya adalah kawat tembaga, kabel fiber optik, kabel coaxial, kabel USB, dan jenis-jenis kabel yang lainnya. Sementara media transmisi non fisik misalnya gelombang elektromagnetik, gelombang suara, cahaya, gelombang radio, dan lain sebagainya.

Dewasa ini hampir semua jenis media transmisi dipakai dalam komunikasi yang terjadi di seluruh dunia. Internet sendiri menggunakan dua jenis media ini untuk menghubungkan orang-orang dari berbagai penjuru dunia ketika mereka mengakses situs tertentu. Sementara pada tingkat lokal sekalipun kadang kala kedua jenis media ini juga digunakan.

 

 

8. Protokol

Protokol dapat disebut sebagai sebuah alamat yang dituju pada penerima pesan dan sebaliknya. Protokol juga dapat disebut sebagai kumpulan aturan yang harus disepakati dua atau lebih perangkat untuk dapat saling berkomunikasi. Contoh protokol adalah HTTP yang dapat diakses lewat port 80, atau FTP yang dapat diakses lewat port 21, dan lain sebagainya. Dengan adanya protokol ini kedua perangkat dapat saling mengidentifikasi diri dan memutuskan apakah mereka akan terhubung atau tidak. Misalnya printer yang kamu miliki menggunakan protokol X dengan alamat USB002, maka dia tidak akan menerima perintah yang dikirim dengan protokol Y pada alamat USB001.

8.2. Media Transmisi Data

Media komunikasi dalam sistem komunikasi data dan jaringan adalah perangkat yang membawa suara atau yang digunakan untuk transmisi data. Berbagai macam media transmisi yang sering digunakan diantaranya adalah tembaga (kabel), kaca atau plastik (kabel fiber-optik), atau udara (radio, infra merah, gelombang mikro, atau satelit).

Secara umum, media komunikasi dalam jaringan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu media komunikasi kabel dan media komunikasi nirkabel. Media komunikasi kabel adalah media dimana pesan mengalir melalui media fisik seperti twisted-pair wire, coaxial cable, atau fiber-optic cable. Sedangkan, media komunikasi nirkabel adalah media dimana pesan dipancarluaskan melalui udara seperti sinar infra merah, gelombang mikro, atau satelit.

Adapun macam-macam media komunikasi dalam jaringan adalah sebagai berikut :

 

1.      Twisted-Pair Cable

Wire pairs umumnya digunakan dalam komunikasi telepon lokal dan komunikasi data digital jarak dekat.  Biasanya, wire pairs terbuat dari tembaga. Dengan menggunakan kabel jenis ini, kecepatan transmisi data mencapai 9600 bit per detik dalam jarak 100 meter.

2.      Coaxial Cable

Kabel serat optik generasi pertama adalah multimode yang mengandung makna bahwa cahaya dapat merefleksikan bagian dalam kabel dari beberapa sudut yang berbeda.

Kabel multimode memiliki kelemahan yaitu dapat diganggu oleh pelemahan sinyal yang berlebihan dan dispersi.  Untuk alasan inilah, panjang serat multimode awalnya hanya dibatasi sekitar 500 meter.

Permasalahan ini kemudian coba diatasi dengan menggunakan indeks gradasi serat multimode dengan mengubah sifat refraktif yang dimiliki oleh serat optik sehingga saat cahaya mulai mendekati tepi luar serat, kecepatannya akan naik dengan mengkompensasi jarak yang sedikit lebih jauh yang harus ditempuh dibandingkan dengan cahaya di pusat serat. Karena itu, cahaya di pusat serat akan terlihat tiba secara bersamaan dengan cahaya yang telah ditempuh di pinggir serat.

3.      Single-mode Fiber-optic Cable

Kabel serat optik terdiri dari satu atau lebih filamen serat optik yang terbungkus lapisan pelindung yang membawa data melalui pulsa cahaya. Kabel serat optik mentransmisikan cahaya yang dapat bergerak dalam jarak yang jauh. Kabel serat optik tidak terpengaruh oleh radiasi elektromagnetik.

Kecepatan transmisi dapat mencapai triliunan bit per detik. Kecepatan transmisi serat optik ratusan kali lebih cepat daripada kabel coaxial dan ribuan kali lebih cepat dari kawat twisted-pair.

Kapasitas ini dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menggunakan cahaya berwarna yaitu cahaya yang memiliki beberapa panjang gelombang. Alih-alih membawa satu pesan dalam aliran impuls cahaya monokromatik, teknologi ini dapat membawa banyak sinyal dalam serat tunggal.

4.      Infrared

Transmisi gelombang mikro adalah sebuah balok komunikasi radio dengan frekuensi yang sangat tinggi yang ditransmisikan langsung melalui jalur line-of-sight antara dua titik. Sesuai namanya, sebuah sinyal gelombang mikro memiliki panjang gelombang yang sangat kecil.

Transmisi radio gelombang mikro menampilkan fungsi yang sama dengan kabel. Misalnya titik A berkomunikasi dengan titik B melalui jalur transmisi gelombang mikro di udara alih-alih kabel kawat tembaga. Karena sinyal gelombang mikro mendekati frekuensi gelombang cahaya tampak, gelombang mikro menampilkan beberapa karakteristik yang sama seperti gelombang cahaya seperti refleksi, fokus, atau pembiasan.

Sebagaimana halnya gelombang cahaya tampak, sinyal gelombang mikro dapat difokuskan ke sinar yang sempit dan kuat yang dapat diproyeksikan dalam jarak yang jauh. Sebuah reflektor parabola memfokuskan gelombang mikro frekuansi tinggi ke dalam balok sempit. Menara digunakan untuk mengelevasi antena radio untuk mejelaskan kelengkungan bumi dan mempertahankan jalur penglihatan yang jelas antara kedua reflektor parabola.

5.      Radio Communication

Satelit menggunakan sinyal radio gelombang mikro sebagai media telekomunikasi yang tidak dapat dibelokkan oleh atmosfer bumi. Satelit ditempatkan di ruang angkasa dengan jarak sekitar 35400 kilometer atau 22000 mil di atas katulistiwa. Sistem pengorbit Bumi ini mampu menerima dan menyampaikan suara, data, dan sinyal televisi.

8.3 Protokol Jaringan

Pengertian

Protokol jaringan komputer adalah aturan yang ada dalam sebuah jaringan komputer yang harus ditaati oleh pihak pengirim dan penerima agar dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi meskipun memiliki sistem yang berbeda. Di awal kemunculannya pada awal tahun 1970-an, protokol hanya dipakai untuk menghubungkan beberapa node saja. Baru kemudian pada awal tahun 1990-an saat internet tumbuh dengan pesat di seluruh dunia, berbagai jenis protokol mulai bermunculan. Namun dengan banyaknya jenis protokol tersebut malah menimbulkan sebuah masalah, yaitu adanya ketidakcocokan dari jenis protokol buatan pabrik tertentu dengan jenis lainnya sehingga tidak bisa saling berkomunikasi.

Kemudian International Standard Organisation (ISO) pun membuat standarisasi protokol yang kini dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI). Namun karena model OSI adalah sebagai konsep dasar dan preferensi teori cara bekerja sebuah protokol, TCP/IP pun akhirnya dipakai sebagai standar yang diterima secara umum karena pemakaiannya yang semakin berkembang.

Fungsi Protokol

Protokol memiliki banyak fungsi dalam jaringan komputer. Tidak semua protokol mempunyai fungsi yang sama. Beberapa diantaranya berfungsi sama meskipun ada di tingkatan yang berbeda. Sejumlah protokol harus bergabung dulu dengan protokol lainnya untuk membangun sistem komunikasi yang utuh.

Fungsi protokol jaringan komputer secara umum adalah untuk menghubungkan pengirim dan penerima dalam berkomunikasi dan bertukar informasi supaya dapat berjalan dengan akurat dan lancar. Fungsi lainnya dari protokol adalah sebagai berikut:

·         Encapsulation: sebagai pelengkap informasi yang akan dikirimkan bersama dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lainnya. Paket data ini dinamakan dengan Frame. Data kemudian dikirimkan dalam blok-blok dan dikendalikan oleh Protocol Data Unit (PDU) dimana masing-masing PDU berisi kontrol informasi dan data. Contoh protokol dengan fungsi encapsulation adalah HDLC, ATM, LLC, IEEE 802.11, IEEE 802.3, frame relay, TFTP, dan AAL5.

·         Connection control: membangun hubungan komunikasi dari transmitter ke receiver untuk mengirim data dan mengakhiri hubungan.

·         Flow control: mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver yang dilakukan dengan cara satu-persatu guna membatasi jumlah data yang dikirimkan. Pada fungsi ini harus terdapat fitur Stop-And-Wait yang artinya masing-masing PDU harus diakui sebelum proses pengiriman selanjutnya.

·         Error control: mengawasi terjadinya kesalahan saat proses pengiriman data. Jika terdapat kesalahan, maka paket akan langsung dibuang.

·         Fragmentasi: proses dimana pihak pengirim membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data. Proses ini ditandai dengan urutan beberapa PDU dengan berbagai batasan ukuran.

·         Reassembly: proses dimana pihak penerima mengembalikan kembali paket-paket data menjadi satu paket yang lengkap.

·         Transmission service: memberi pelayanan komunikasi data seputar prioritas dan keamanan data. Contohnya saja prioritas paket, pengaturan batas koneksi, membatasi akses paket, mutu jaringan, dan lainnya.

Jenis-jenis Protokol

Terdapat beberapa jenis protokol jaringan komputer yang bisa diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak, maupun kombinasi keduanya. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut:

 

·         Ethernet: jenis protokol yang menggunakan suatu metode akses berupa CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection).

·         Localtalk: jenis protokol yang dikembangkan perusahaan Apple yang ditujukan untuk komputer macintosh dengan metode CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access/Collision Avoidance).

·         Token ring: jenis protokol yang dikembangkan oleh perusahaan IBM dengan metode akses pengiriman informasi yang berada di dalam satu lingkaran protokol.

·         FDDI (Fiber Distributed Data Interface): jaringan protokol yang dipakai untuk menyambungkan beberapa komputer dengan tipe area lokal yang meliputi wilayah jarak jauh. Metode yang digunakan adalah dengan token dan topologi ring kembar.

·         TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol): jenis standar komunikasi data yang terdiri dari sekumpulan protokol dan dipakai oleh komunitas internet secara global.

·         UDP (User Datagram Protocol): jenis protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung komunikasi unreliable (tidak andal) dan connectionless (tanpa koneksi) antara host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

·         ICMP (Internet Control Message Protocol): jenis protokol yang digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim sebuah pesan kesalahan pada jaringan yang digunakan.

·         HTTP (Hypertext Transfer Protocol): jenis protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web) sebagai sebuah identitas utama dalam jaringan internet untuk mengakses situs atau website.

·         HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure): merupakan jenis protokol versi aman dari HTTP yang dijadikan sebagai sebuah protokol komunikasi dari WWW.

·         FTP (File Transfer Protocol): jenis protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi sebagai standar untuk mengirimkan berkas komputer antar mesin dalam sebuah internetwork.

8.4. Model Jaringan

Pada komputer terdapat pula beragam jenis jaringan komputer yang pembagiannya didasarkan pada besar kecilnya cakupan jaringan yang menghubungkan antar komputer.

 

Jenis-jenis jaringan tersebut yaitu :

1.      LAN (Local Area Netowrk)

2.      MAN (Metropolitan Area Network)

3.      WAN (Wide Area Network)

 

1. LAN (Local Area Network)

LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Secara garis besar LAN terdapat dua tipe jaringan LAN yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client Server. Peer to Peer artinya adalah setiap komputer yang terhubung ke dalam jaringan dapat bertindak sebagai komputer pengguna (workstation) maupun komputer penyedia layanan (server). Sedang pada jaringan Client Server hanya ada satu komputer yang bertindak sebagai

Server dan yang lain sebagai Client. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya dijadikan sebuah file server untuk menyimpan perangkat lunak (software )yang mengatur aktifitasi jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Biasanya kemampuan workstation di bawah file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer

2. MAN (Metropolitan Area Network)

MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank Mandiri yang ada di seluruh wilayah Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi.

3. WAN (Wide Area Network)

Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit atau kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK MANDIRI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. WAN mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. Menggunakan sarana WAN, sebuah Bank yang ada di Jakarta bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Singapura, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit Kantor Bank di Jakarta Kantor Bank di Bogor Kantor Bank di Tangerang dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi global seperti Internet.Tetapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda.

Internet merupakan salah satu bentuk jaringan komputer yang termasuk dalam WAN. Internet mampu melakukan komunikasi komputer antar negara bahkan antar benua mulai untuk pertukaran data hingga komunikasi telepon.

8.5. Fasilitas Jaringan

·         WWW

Www atau (World Wide Web) adalah sebuah sistem yang terdapat pada internet dan bertugas melakukan pencarian sekaligus memberikan informasi yang cepat dengan menggunakan teknologi hypertext. Untuk membuat hypertext, diciptakanlah sebuah bahasa pemrograman yang disebut Hyper Text Markup Language (HTML). HTML berfungsi mengikat alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen yang biasanya ber-extention *.htm atau *.html. Untuk mengirimkan file tersebut, diperlukan peran dari protokol pengiriman data yang spesifik yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP). Selain itu, untuk menemukan setiap hubungan hypertext diperlukanlah Uniform Resource Locator (URL).

·         Email

Email adalah surat atau pesan elektronik yang dikirimkan dan diterima antar pengguna email. Email memungkinkan seorang individu mengirimkan pesan ke individu lainnya dengan waktu yang cepat, bahkan dalam hitungan detik. Saat ini perkembangan email sangatlah pesat, email tidak hanya berisi teks saja. Kita bisa melampirkan file multimedia seperti gambar,  foto, video, dan animasi.

·         Mailing List

Mailing List atau yang sering disebut dengan milis adalah salah satu discussion group yang terdapat pada internet. Untuk menjadi anggota sebuah milis, kita terlebih dahulu mengirimkan email ke subsription address dan menunggu persetujuan dari moderator milis tersebut. Biasanya, anggota dari milis saling bertukar informasi, pendapat, dan lain sebagainya.

·         BBS

Bulletin Board System atau yang biasa disingkat BBS adalah suatu pusat layanan informasi yang menyediakan berbagai macam informasi dari berbagai bidang tertentu seperti bidang pendidikan, bisnis, sosial, teknologi, dan lain-lain.Dengan menggunakan fasilitas ini, pengguna dapat bertukar pikiran dengan pengguna lainnya pada topik tertentu.Biasanya, pengguna yang mengakses BBS dapat mengunggah maupun mengunduh berita dari pengguna lain dengan mudah.

·         Chatting

Chatting adalah percakapan antara dua atau lebih pengguna komputer secara realtime dengan memanfaatkan jaringan internet. Bagi pengguna komputer yang telah melengkapi perangkat komputernya dengan webcam, maka mereka dapat chatting dengan melihat wajah pengguna lain yang diajak chatting tersebut.

·         Newsgroup

Sama halnya dengan milis, newsgroup juga adalah salah satu discussion group yang ada di internet. Untuk mengakses suatu newsgroup, diperlukan jaringan komputer khusus yang biasa disebut UseNet.Umumnya, setiap newsgroup diatur berdasarkan satu topik umum yang kemudian dibagi menjadi beberapa sub topik dibawahnya.

·         FTP

FTP atau File Transfer Protocol adalah layanan internet untuk melakukan transfer file antara pengguna komputer dengan suatu server di internet.Jadi, kita bisa melakukan pengiriman (upload) atau menyalin (download) sebuah file antara komputer kita dengan komputer lain yang terhubung pada jaringan internet.FTP umumnya dimanfaatkan sebagai wahana pendukung yang sangat diperlukan untuk pertukaran maupun penyebarluasan sebuah file melalui jaringan internet.

·         Gopher

Gopher adalah protokol layer aplikasi TCP/ IP yang dirancang khusus untuk keperluan distribusi, pencarian, maupun pengambilan dokumen melalui jaringan internet.

9.1. Pengenalan Internet

          9.1.1. Definisi dan Sejarah Internet

            Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX.

Sebelum Internet muncul, telah ada beberapa sistem komunikasi yang berbasis digital, salah satunya adalah sistem telegraf yang sering kali dianggap sebagai pendahulu Internet. Sistem ini muncul pada abad ke-19, atau lebih dari seratus tahun sebelum internet digunakan secara meluas pada tahun 1990-an. Teknologi telegraf sendiri berasal dari konsep yang ada bahkan sebelum komputer modern pertama diciptakan, yaitu konsep pengiriman data melalui media elektromagnetik seperti radio atau kabel. Namun teknologi ini masih terbatas karena hanya mampu menghubungkan maksimal dua perangkat.

Di era selanjutnya, ilmuwan seperti Claude Shannon, Harry Nyquist, dan Ralph Hartley, mengembangkan teori transmisi data dan informasi, yang menjadi dasar bagi banyak teori di bidang ini. Perkembangan terjadi antara lain dalam bentuk jangkauan yang lebih luas dan kecepatan yang meningkat. Namun kesulitan masih terjadi karena hubungan antara dua alat komunikasi tersebut harus terjadi secara fisik, misalnya melalui kabel. Sistem seperti ini tentu tidak aman karena dapat dengan mudah diputus khususnya saat terjadi perang.

            9.1.2. Protokol Internet

            Protokol Internet (Inggris Internet Protocol, disingkat IP) adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP. Versi IP yang banyak digunakan adalah IP versi 4 (IPv4) yang didefinisikan pada RFC 791 dan dipublikasikan pada tahun 1981, tetapi akan digantikan oleh IP versi 6 pada beberapa waktu yang akan datang.

Protokol IP merupakan salah satu protokol kunci di dalam kumpulan protokol TCP/IP. Sebuah paket IP akan membawa data aktual yang dikirimkan melalui jaringan dari satu titik ke titik lainnya. Metode yang digunakannya adalah connectionless yang berarti ia tidak perlu membuat dan memelihara sebuah sesi koneksi. Selain itu, protokol ini juga tidak menjamin penyampaian data, tetapi hal ini diserahkan kepada protokol pada lapisan yang lebih tinggi (lapisan transport dalam OSI Reference Model atau lapisan antar host dalam DARPA Reference Model), yakni protokol Transmission Control Protocol (TCP).

Berikut ini hal yang diberikan oleh IP

o   IP menawarkan layanan sebagai protokol antar jaringan (inter-network), karena itulah IP juga sering disebut sebagai protokol yang bersifat routable. Header IP mengandung informasi yang dibutuhkan untuk menentukan rute paket, yang mencakup alamat IP sumber (source IP address) dan alamat IP tujuan (destination IP address). Anatomi alamat IP terbagi menjadi dua bagian, yakni alamat jaringan (network address) dan alamat node (node address/host address). Penyampaian paket antar jaringan (umumnya disebut sebagai proses routing), dimungkinkan karena adanya alamat jaringan tujuan dalam alamat IP. Selain itu, IP juga mengizinkan pembuatan sebuah jaringan yang cukup besar, yang disebut sebagai IP internetwork, yang terdiri atas dua atau lebih jaringan yang dihubungkan dengan menggunakan router berbasis IP.

o   IP mendukung banyak protokol klien, karena memang IP merupakan "kurir" pembawa data yang dikirimkan oleh protokol-protokol lapisan yang lebih tinggi dibandingkan dengannya. Protokol IP dapat membawa beberapa protokol lapisan tinggi yang berbeda-beda, tetapi setiap paket IP hanya dapat mengandung data dari satu buah protokol dari banyak protokol tersebut dalam satu waktu. Karena setiap paket dapat membawa satu buah paket dari beberapa paket data, maka harus ada cara yang digunakan untuk mengidikasikan protokol lapisan tinggi dari paket data yang dikirimkan sehingga dapat diteruskan kepada protokol lapisan tinggi yang sesuai pada sisi penerima. Mengingat klien dan server selalu menggunakan protokol yang sama untuk sebuah data yang saling dipertukarkan, maka setiap paket tidak harus mengindikasikan sumber dan tujuan yang terpisah. Contoh dari protokol-protokol lapisan yang lebih tinggi dibandingkan IP adalah Internet Control Management Protocol (ICMP), Internet Group Management Protocol (IGMP), User Datagram Protocol (UDP), dan Transmission Control Protocol (TCP).

o   IP mengirimkan data dalam bentuk datagram, karena memang IP hanya menyediakan layanan pengiriman data secara connectionless serta tidak andal (unreliable) kepada protokol-protokol yang berada lebih tinggi dibandingkan dengan protokol IP. Pengirimkan connectionless, berarti tidak perlu ada negosiasi koneksi (handshaking) sebelum mengirimkan data dan tidak ada koneksi yang harus dibuat atau dipelihara dalam lapisan ini. Unreliable, berarti IP akan mengirimkan paket tanpa proses pengurutan dan tanpa acknowledgment ketika pihak yang dituju telah dapat diraih. IP hanya akan melakukan pengiriman sekali kirim saja untuk menyampaikan paket-paket kepada hop selanjutnya atau tujuan akhir (teknik seperti ini disebut sebagai "best effort delivery"). Keandalan data bukan merupakan tugas dari protokol IP, tetapi merupakan protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi, seperti halnya protokol TCP.

o   Bersifat independen dari lapisan antarmuka jaringan (lapisan pertama dalam DARPA Reference Model), karena memang IP didesain agar mendukung banyak komputer dan antarmuka jaringan. IP bersifat independen terhadap atribut lapisan fisik, seperti halnya pengabelan, pensinyalan, dan bit rate. Selain itu, IP juga bersifat independen terhadap atribut lapisan data link seperti halnya mekanisme Media access control (MAC), pengalamatan MAC, serta ukuran frame terbesar. IP menggunakan skema pengalamatannya sendiri, yang disebut sebagai "IP address", yang merupakan bilangan 32-bit dan independen terhadap skema pengalamatan yang digunakan dalam lapisan antarmuka jaringan.

o   Untuk mendukung ukuran frame terbesar yang dimiliki oleh teknologi lapisan antarmuka jaringan yang berbeda-beda, IP dapat melakukan pemecahan terhadap paket data ke dalam beberapa fragmen sebelum diletakkan di atas sebuah saluran jaringan. Paket data tersebut akan dipecah ke dalam fragmen-fragmen yang memiliki ukuran maximum transmission unit (MTU) yang lebih rendah dibandingkan dengan ukuran datagram IP. Proses ini dinamakan dengan fragmentasi ([[Fragmentasi paket jaringan|fragmentation). Router atau host yang mengirimkan data akan memecah data yang hendak ditransmisikan, dan proses fragmentasi dapat berlangsung beberapa kali. Selanjutnya host yang dituju akan menyatukan kembali fragmen-fragmen tersebut menjadi paket data utuh, seperti halnya sebelum dipecah.

o   Dapat diperluas dengan menggunakan fitur IP Options dalam header IP. Fitur yang dapat ditambahkan contohnya adalah kemampuan untuk menentukan jalur yang harus diikuti oleh datagram IP melalui sebuah internetwork IP.

            9.1.3. Cara Akses Internet

            Tata Cara Akses Internet

Internet Service Provider

Internet Service Provider adalah suatu perusahaan yang menyediakan layanan jasa akses ke internet baik untuk personal maupun corporate, untuk computer pribadi atau dalam bentuk jaringan.

Jenis-jenis koneksi yang diberikan oleh ISP adalah :

1.      IP connection

Jika semua hardware dan software yang kita punya ingin secara langsung terkoneksi ke internet, maka kita harus menggunakan IP address.

1.      Dial-up connection.

Jika kita menggunakan modem untuk dial ke ISp supaya mendapatkan koneksi ke internet, maka hal itu disebut akses dial-up.

Berdasarkan sifatnya, ISP dibagi menjadi dua, yaitu :

1.      ISP Tertutup

adalah ISP yang memberikan layanan akses internet hanya pada jaringan lokal

dalam lembaga yang bersangkutan.

2.      ISP Terbuka

Adalah ISP yang memberikan layanan akses internet untuk masyarakat luas.

Di Indonesia ada beberapa ISP yang menyediakan layanan internet, diantaranya Indonet, Satelindo, Centrin Internet, LinkNet, telkomNet, dan sebagainya.

Biaya Internet

Sistem perhitungan biaya berlangganan akses Internet ISP dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :

1.      Volume Based

adalah perhitunagn biaya akses Internet yang bergantung pada jumlah data yang diambil dari Internet.

2.      Time Based

adalah perhitunagn biaya akses internet yang bergantung pada waktu yang digunakan dalam mengakses Internet.

3.      Flat Rate?Unlimited

adalah perhitungan biaya akses Internet yang tidak bergantung kepada jumlah data yang diambil atau waktu akses Internet.

Layanan ISP

ISP berkembang berdasarkan kebutuhan pengguna untuk dapet mengakses Onternet secara mudah dimanapun mereka berada.ISP berusaha memberikan layanan secara maksimal. Layana ISP tersebut adalah :

1.      Dial-up

Adalah layanan akses Internet dengan menggunakan modem dial-up yang dihubungkan pada line telepon.

Penggunaan akses dial-up diagi menjadi empat, yaitu :

        Personal dial-up

        Corporate dial-up

        Night Server Access

        LAN dial-up ISDN

2.      Mobile Access

adalah layanan akses Internet melalui telepon seluler.

3.      Hotspot

adalah layana akses Internet pada lokasi-lokasi tertentu.

4.      Wireless

adalah layanan akses Internet tanpa kabel.

5.      Dedicated Connection

adalah layanan akses Internet 24 jam setiap hari selama 7 hari.

Setting Modem Dial-UP

Perangkat keras untuk akses Internet harus telah diinstall pada computer sebelum melakukan koneksi ke ISP. Apabila modem yang digunakan adalah modm internal, pasangkan dulu modem tersebut pada slot ekspansi yang terdapat pada mainboard. Apabila modem yang digunakan adalah modem eksternal, hubungkan terlebih dahulu kabel modem pada communication port dan aktifkan modem

Setting koneksi ke ISP

Setelah perangkat yang dibutuhkan telah siap dan system operasi computer siap pula untuk digunakan.

Koneksi ke Internet

Langkah-langkahnya :

– klik menu start

– arahkan pointer mouse pada Connet To

– klik nama koneksi ISP ( misalnya Telkomnet@instan )

kemudian akan tampil jendela Connect To Telkomnet@instan

– klik Dial,tunggulah proses koneksi.

Koneksi Internet Melalui Handphone

1. Handphone GSM

GPRS dapat menghubungkan anda ke Internetdimana pun berada. Dengan cara mengaktifkan layanan GPRS bersangkutan dan selanjutnya setting GPRS.

2. Handphone CDMA

Teknologi telepon seluler CDMA dapat digunakan akses Internet daiantaranya adalah PT Telkom dengan layanan Flexi dan Indosat dengan layanan Star One.

Cara Akses Internet dan Localhost

A. Perbedaan Internet dan Localhost

Internet kepanjangan dari Interconnected Network yaitu server jaringan global yang dapat diakses oleh seluruh computer yang ada di dunia dengan kelas IP yang berbeda-beda.

Localhost adalah server jaringan lokal yang dapat diakses oleh computer pada jaringan lokal tertentu dengan kelas IP yang sama. Untuk mengakses Internet dan localhost dilakukan dengan menggunakan bahasa protocol yang sama, yaitu HyperText Transfer protocol ( HTTP ). Web host Internet disimpan pada computer yang dapat diakses oleh seluruh computer yang terhubung jaringan Internet.

B. Akses Internet dan Localhost

Untuk mengakses Internet dan localhost menggunakan cara yang sama. Protokol yang digunakan adalah IP. Web browser yang digunakan adalah Internet Exploler, mozilla Firefox dan Opera.

C. Membuat Localhost

Membuat localhost pada computer server dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang interaktif. Untuk membuat localhost terdapat beberapa software yang dibutuhkan, misalnya pada system operasi Windows 2000 server dengan menggunakan Internet Information Server yang sudah terintegrasi.

D. Membuat Virtual Host

Modul vhost digunakan untuk membuat virtual host. Membuat virtual host pada computer lokal dapat membuat nama domain atau host sesuai keinginan.

Misalnya dengan nama domain http://www.labkom47.com pada platform Windows 2000 Server Family.

            9.1.4. Domain Name System (DNS)

Domain Name Server atau DNS adalah sebuah sistem yang menghubungkan Uniform Resource Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP Address).

Normalnya, untuk mengakses internet, Anda perlu mengetikkan IP Address sebuah website. Cara ini cukup merepotkan. Sebab, ini artinya, Anda perlu punya daftar lengkap IP Address website yang dikunjungi dan memasukkannya secara manual.

DNS adalah sistem yang meringkas pekerjaan ini untuk Anda. Kini, Anda tinggal mengingat nama domain dan memasukkannya dalam address bar. DNS kemudian akan menerjemahkan domain tersebut ke dalam IP Address yang komputer pahami.

Misalkan, Anda ingin mengakses Google. Alih-alih menulis 172.217.0.142 ke dalam address bar, Anda tinggal memasukkan alamat Google.com.

Fungsi DNS:

1.      Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain;

2.      Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan;

3.      Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.

Kelebihan DNS:

1.      Lebih Mudah untuk Berinternet. Dibanding mengingat deretan angka IP address, tentu akan lebih nyaman untuk mengingat nama website. Hadinya DNS telah berhasil menjembatani komunikasi antara pengguna internet dengan komputer.

2.      Lebih Konsisten dalam Penggunaan. Anda bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan pada IP Address yang digunakan. Dengan demikian, akses pengunjung ke salah satu website tetap bisa dilakuakan meskipun telah terjadi penggantian IP Address.

3.      Lebih Mudah Dikonfigurasi. Saat terjadi kendala pada IP Address yang digunakan, Anda bisa mengganti dengan IP yang berbeda dengan mudah. Cukup dengan melakukan update data pencocokan DNS dan IP Address. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Cara Kerja DNS.

4.      Lebih Aman. Ketika menggunakan sistem DNS, semua aktivitas transfer data online akan melalui server DNS yang terjaga keamanannya. Sistem tersebut akan mencegah upaya peretasan yang coba dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Jadi, website akan menjadi lebih aman.

Bagian-bagian DNS:

Prinsip dasar cara kerja DNS adalah dengan cara mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP Address. Setiap URL dan IP Address memiliki bagian-bagian yang saling menjelaskan satu dengan yang lain.

Jika Anda sulit membayangkan teknisnya, anggap saja ini seperti kegiatan mencari buku di perpustakaan. Ketika Anda mencari buku di perpustakaan, biasanya Anda akan diberi kode yang menjelaskan letak buku tersebut.

Kode buku perpustakaan tersebut dinamai Dewey Decimal System (DDS). Biasanya ia terdiri atas kode topik buku, kode nama belakang penulis, dan kode tahun buku diterbitkan.

Kira-kira prinsip yang sama diterapkan dalam DNS. Untuk memahaminya lebih dalam, Anda perlu mengetahui bagian-bagian URL yang tersusun dalam hierarki DNS. Sama seperti kode buku perpustakaan, setiap bagiannya menjelaskan bagian domain.

Satu perbedaan kentara ialah kode perpustakaan mulai dari depan. Di sisi lain, kode yang berlaku pada DNS diurutkan dari belakang. Maka dari itu, kita akan runut bagian-bagian DNS ini dari belakang. Berikut penjelasan lengkapnya:

Description: D:\Buat tugas Apkom\DNS_schema-1024x569.png

o   Root-Level Domain merupakan bagian tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya ia berwujud tanda titik (.) di bagian paling belakang sebuah URL.

o   Top-Level Domain adalah ekstensi yang berada di bagian depan root-level domain. Terdapat dua jenis TLD yang umumnya dipakai. Keduanya, yaitu Generic Top-Level Domain (GTLD) dan Country Code Top-Level Domain (CCLTD).

GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Katakanlah, website untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu, .EDU untuk institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.

Di sisi lain, CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara dari pemilik situs. Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk Inggris, dan sebagainya.

o   Second-Level Domain ialah nama lain untuk domain itu sendiri. Ia sering digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam kasus URL en.wikipedia.org, yang dimaksud SLD adalah wikipedia.

o   Third-Level Domain atau subdomain merupakan bagian dari domain utama yang berdiri sendiri. Apabila domain diibaratkan sebagai rumah, subdomain adalah salah satu  ruang khusus di rumah itu sendiri.

o   Hostname atau bisa disebut juga dengan scheme. Ini merupakan bagian yang mengawali sebuah URL. Bagian ini menunjukkan sebuah fungsi dari sebuah website atau halamannya. Contoh paling banyak digunakan, yaitu HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.

Cara Kerja DNS

DNS bekerja dalam tahapan-tahapan. Dimulai proses meminta informasi atau DNS query. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain seperti DNS recursion, root nameserver, TLD nameserver, hingga authoritative nameserver.

1.      DNS Query

DNS Query merupakan istilah teknis untuk meminta informasi soal IP Address. Tahapan ini dimulai ketika Anda mengetikkan URL ke address bar.

DNS server kemudian mencari informasi di filehosts. Jika informasi yang dicari tidak ditemukan, server akan berusaha mencari kepingan informasi atau rekam informasi yang pernah tercatat di sistem (cache).

Dalam tahapan awal ini sendiri, terdapat tiga jenis DNS Query. Ketiganya adalah recursive query, iterative query, dan non-recursive query. Di bawah ini, Anda bisa temukan pengertiannya:

2.      Recursive query

User memberikan hostname yang mana kemudian DNS Resolver harus berikan jawaban. Ada dua kemungkinan jawaban yang diberikan. Pertama, DNS akan menyediakan informasi relevan setelah mencari di Root Server ataupun Authoritative Name Server. Kedua, browser akan menampilkan pesan error karena informasi tak bisa ditemukan.

3.      Iterative query

User memasukkan hostname. DNS resolver akan mencari cache yang relevan di memori. Jika tidak berhasil, DNS resolver akan mencari informasi di Root Server dan Authoritative Name Server yang paling dekat dan relevan dengan DNS zone.

4.      Non-recursive query

Ini merupakan proses pencarian informasi yang tercepat. Tipe ini tidak memerlukan pencarian di Root Server atau Authoritative Name Server karena data yang dicari tersimpan dalam cache.

5.      DNS Recursor / DNS Recursive Resolver

DNS recursor merupakan tahapan pertama pencarian informasi. Ketika user memasukkan URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache, sistem akan mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider (ISP).

6.      Root Name Server

Katakanlah informasi yang Anda cari tak bisa ditemukan di ISP. Maka kemudian, sistem akan mencari informasi yang Anda butuhkan ke root name server.

Root name server merupakan semacam database yang menjawab pertanyaan soal nama domain dan IP Address. Server ini tidak memiliki jawaban tepat untuk informasi yang dicari.

Akan tetapi, server ini bisa meneruskan permintaan informasi ke pihak yang lebih mengetahui. Di dunia ini, terdapat 13 root server yang bekerja. Root server tersebut diurutkan secara alfabetis dari A sampai M.

Root server semacam ini dikelola organisasi seperti Internet Systems Consortium, Verisign, ICANN, the University of Maryland, and the U.S. Army Research Lab.

7.      TLD Name Server

Dari root name server, sistem akan membaca jenis informasi yang dicari dari top-level domain. Setiap TLD seperti .COM, .ORG, .EDU, .ID, .AU, dan sebagainya memiliki server yang spesifik.

Dengan membaca informasi ini, sistem bisa meneruskan pencarian informasi ke server yang benar-benar memiliki data yang dicari.

8.      Authoritative Name Server

Setelah menemukan klu di mana server yang diinginkan, sampailah kita pada authoritative name server. Jenis server satu ini memiliki semua informasi lengkap soal situs web yang dituju.

Ketika informasi yang diminta sesuai dengan hasilnya, maka browser akan menampilkan situs web atau halaman yang Anda minta di awal. Tentu saja hasil pencarian ini memiliki masa waktu tertentu.

Proses pencarian ini akan diulang untuk memastikan informasi yang ditampilkan tetap up-to-date. Namun, tentu saja, beberapa informasi ini disimpan dalam bentuk cache di device untuk berjaga-jaga agar proses query berjalan cepat.

 

Macam-Macam DNS

o   A Record atau Address record ─ menyimpan informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.

o   AAA Record ─ menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 address.

o   MX Record ─ merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.

o   CNAME Record ─ digunakan untuk me-redirect domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.

o   NS Record ─ merujuk subdomain pada authoritative name server yang diinginkan. Record ini berguna jika subdomain Anda di web hosting berbeda dengan domain.

o   PTR Record ─ memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi soal IP Address dan menampilkan hostname (reverse DNS lookup).

o   CERT Record ─ menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.

o   SRV Record ─ menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, semacam Priority, Name, Weight, Port, Points, dan TTL

o   TXT Record ─ membawa dan menyalurkan data yang hanya bisa dibaca oleh mesin.

o   SOA Record ─ bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian yang sama juga merujuk pada Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah domain.

9.2. Jenis Layanan Internet

9.2.1. Email

Pengertian Email

Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Elektronik merupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet. Pada umumnya mengirim surat biasa akan di kenakan biaya ( Membeli Perangko ) namun pada Surat Elektronik hanya dibutuhkan sambungan internet.

Fungsi Email

Email adalah alamat resmi kita di dunia maya. Dengan menggunakan email kita dapat terhubung dalam berbagai kegiatan internet, seperti bergabung di situs jejaring sosial semisal Facebook dan twitter maka saat pendaftaran akan membutuhkan email. Saat ini, Email telah berkembang hingga memiliki fungsi yang sangat beragam. Mengirim file, foto, video dan Chat dengan teman dan keluarga menjadi lebih muda

            9.2.2. FTP

            File transfer protocol (FTP) merupakan protokol yang bertugas untuk menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer. Jika kamu mengunduh dan mengunggah file, maka semua aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan adanya bantuan FTP.

Dua hal penting dalam FTP adalah FTP server dan FTP client. FTP server adalah server yang menjalankan software dengan fungsi memberikan layanan tukar menukar file yang selalu siap apabila ada permintaan dari FTP client. Sedangkan yang dimaksud dengan FTP client adalah komputer yang kamu gunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Komputer kamu sebagai FTP client haruslah terhubung dengan FTP server untuk bisa menukar file dan melakukan aktivitas seperti download, upload, rename, delete, dan sebagainya.

           

9.2.3. Telnet

            Telnet adalah suatu protokol client-server yang bisa memberikan akses remote (jarak jauh) untuk login komputer tertentu dalam sebuah jaringan. Telnet (biasa disingkat TN) ini juga bisa diartikan sebagai virtual atau emulasi terminal yang memakai protokol tersebut untuk tujuan yang sama yaitu mengakses komputer tujuan secara remote. Telnet biasanya dipakai untuk login ke komputer lain pada Internet. Selain itu, untuk mengakses berbagai macam layanan umum yang terhubung dengan jaringan internet, termasuk katalog perpustakaan dan database.

            9.2.4. Browser

            Browser adalah salah satu jenis perangkat lunak (software) yang umumnya digunakan untuk membuka halaman website di internet. Browser disebut juga dengan peramban web dan web browser. Secara fundamental browser mempunyai kemampuan untuk menampilkan kode semantik (bahasa pemrograman) halaman website seperti; HTML, CSS, Js, dan lainnya menjadi halaman yang dimengerti oleh semua orang. Browser yang populer digunakan saat ini adalah Google Chrome dan Mozilla Firefox.

            9.2.5. Chat

            Pengertian chatting adalah suatu feature atau suatu program di Internet untuk berkomunikasi langsung sesama pengguna internet yang sedang online / yang sedang sama-sama menggunakan Internet. Komunikasi ini dapat berupa teks (text chat) ataupun suara (voice chat). Atau definisi chatting adalah suatu pesan instant ataupun instant messaging di sebuah teknologi jaringan komputer yang mengijinkan pemakainya untuk mengirimkan pesan ke pengguna lain yang tersambung dalam sebuah jaringan komputer ataupun internet. Chatting tidak hanya populer dikalangan kaum remaja atau anak muda saja tetapai jaman sekarang ini, sudah merambah kekalangan orang tua sekalipun. Dengan adanya chatting, kita dapat dengan bebas mengobrol mengenai apa saja mulai dari persahabatan, pekerjaan, pelajaran disekolah, mata kuliah, sampai masalah percintaan dan perjodohan, bahkan sampai dengan hal-hal bersifat pribadi sekali pun.

Aplikasi untuk melakukan aktifitas chatting disebut IM atau Instan Messenger. IM merupakan aplikasi pengolah pesan cepat yang memfasilitasi aktifitas komunikasi antara dua orang atau lebih secara realtime.

            9.2.6. Mailing List (Milis)

            Milis (bahasa Inggris: mailing list) adalah grup diskusi di Internet di mana setiap orang bisa berlangganan dan berikutserta didalamnya. Anggota milis dapat membaca surat dari orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya. Secara sederhana, milis adalah sebuah daftar alamat surat elektronik yang mempunyai kesukaan/kepentingan yang sama.

Saat seseorang mengirimkan surat yang kemudian dikirimkan ke semua orang yang terdapat di dalam daftar, penerima pesan memiliki kebebasan untuk membalas topik diskusi tersebut atau tidak.

Setiap kali ada orang membalas sebuah surat, surat tersebut disalurkan ke setiap kotak surat masing masing orang yang terdapat di dalam daftar. Semua proses ini diatur oleh sebuah program yang dinamakan Mailing List Manager (MLM's) atau Mail Servers.

Berdasarkan topik diskusi, milis ada bermacam-macam. Ada milis umum, ada milis yang membahas bidang ilmu tertentu (misalnya Teknologi Informasi), ada senarai yang membahas masalah agama, dan sebagainya.

10.1. Pengenalan Statistical Program for Social Science (SPSS)

Salah satu yang alat bantu dalam pemrosesan data dalam statistika adalah SPSS. SPSS merupakan singkatan dari Statistical Package for Social Sciences. Pertama kali dirilis pada tahun 1968 oleh Norman Nie, seorang lulusan fakultas ilmu politik Standford University, yang sekarang menjadi profesor peneliti fakultas llmu politik di Standford dan profesor emeritus ilmu politik di University of Chicago. Semula SPSS hanya digunakan untuk ilmu sosial saja, tapi perkembangan berikutnya digunakan untuk berbagai disiplin ilmu sehingga kepanjangnya berubah menjadi “Statistical Product and Service Solution”.

 

SPSS sebagai sebuah tools mempunyai banyak kelebihan, terutama untuk aplikasi di bidang ilmu sosial. SPSS sering digunakan untuk memecahkan problem riset dan bisnis. Dimana cara kerja yang sederhana, yaitu data yang diinput akan dianalisis berdasarkan metode yang peneliti inginkan. SPSS banyak digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survey, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi pemasaran, dll. Selain analisis statsitika, manajemen data dan dokumentasi data juga merupakan fitur-fitur dari software dasar SPSS.

 

Beberapa metode statistik yang termasuk dalam software dasar SPSS diantaranya :

 

·         Statistik deskriptif : tabulasi silang, distribusi frekuensi, statistik deskriptif, explorasi.

·         Statistik bivariat : t-test, ANOVA, korelasi, nonparametric test.

·         Prediksi hasil numerik : regresi linier

·         Prediksi untuk mengidentifikasi kelompok : analisis faktor, analisis cluster (two-step, k-means, hierarkis), diskriminan.

Adapun beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas sebagai berikut :

 

·         Data editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukan, mengedit dan menampilkan data.

·         Viewer. Viewer mempermudah pemakaian untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.

·         Multidimensional pivot tabel. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakaian dapat melakukan eksplorasi terhadap tabel dengan pengaturan baris, kolom serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu grup tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.

·         High resolution graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi baik untuk menampilkan pie chart, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics, dll akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.

·         Database access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan database wizard yang disediakannya.

·         Data transformation. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan ketegori, add, agregat, merge, split dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.

·         Electronic distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (email) atau melakukan eksport tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.

·         Online help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini.

Akses data tanpa tempat penyimpanan sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara.

Interface dengan database relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisisnya dari database relasional.

Analisis distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user.

Multiple sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan.

Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misal dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual dan chart.

10.2. Mempersiapkan data dalam SPSS

Setelah model rancangan analisis dibuat dan alat analisis atau pemilihan alat statistik yang akan digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan data supaya siap untuk dilakukan pengolahan atau analisis. Penyiapan data supaya siap untuk diolah meliputi: kodifikasi (coding), pembersihan (cleaning), dan tabulasi (tabulating).

Proses pengolahan data dapat menggunakan cara manual, kalkulator, dan komputer. Pemilihan penggunaan cara ini sangat menentukan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pengolahan data. Penggunaan komputer untuk memproses pengolahan data akan mempercepat waktu memroses dan memudahkan pengolahan data. Dengan komputer kita dapat melakukan analisis dengan cepat yang sebelumnya sangat sulit sekali kalau hanya menggunakan kalkulator biasa apalagi dengan cara manual. Hanya saja penggunaan komputer menuntut biaya yang tinggi dan investasi yang tinggi serta membutuhkan tenaga yang mampu mengoperasikannya. Selain perangkat keras yang harus disediakan (misalnya: CPU, monitor, printer, dan hard disk), perangkat lunak untuk pengolahan juga harus ada.

Perangkat lunak atau paket program pengolahan data statistik sederhana yang sekarang beredar dipasaran cukup banyak, misalnya Lotus, Qpro, dBase, Foxpro, dan sebagainya. Paket program khusus statistik yang dapat digunakan adalah Microstat, Minitab, BMDP, SPSS, SAS, dan sebagainya. Selain cukup mahal, paket program ini juga memerlukan kemampuan kita dalam mengoperasikannya. Meskipun demikian, penggunaan komputer saat ini cukup banyak karena harga perangkat keras komputer terus menurun, hanya saja penggunaannya masih terbatas untuk mentik surat atau sekadar untuk bermain game. Suatu saat komputer yang awalnya merupakan barang yang sangat langka dan barang mewah cenderung akan cepat berubah menjadi barang biasa yang dapat ditemui di rumah-rumah seperti halnya televisi berwarna. Oleh karena itu, pada modul ini pembahasan pengolahan akan didasarkan dengan cara komputer dan menggunakan paket program SPSS for Windows. Pembahasan ini juga masih sangat dimungkinkan bila kita hanya menggunakan kalkulator atau cara manual.

 

A. Kodifikasi dan Tabulasi Data

 

Kodifikasi data merupakan proses penyederhanaan data hasil monitoring dengan cara memberi kode terhadap data yang diperoleh. Tujuan utama kodifikasi adalah agar data dapat berbentuk ringkas dan padat. Data yang ringkas sangat diperlukan untuk memudahkan kita dalam mengelolanya, misalnya mudah menyimpan, dan mengambil kembali, mudah mengelola, mudah diakses dan di-ambil kembali, dan mudah untuk dianalisis. Cara kita melakukan kodifikasi biasanya sangat tergantung kepada jenis datanya atau ditentukan juga oleh instrumen yang digunakannnya.

Kodifikasi merupakan proses pemberian simbol untuk setiap data yang ada. Simbol itu dimaksudkan untuk menyederhanakan dan meringkas data. Misalnya saja seorang responden bernama Ali berumur 20 tahun, tamatan SMA jurusan A1 (Ilmu-ilmu Fisika), bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Pemda Bandung, berpengha¬silan tiap bulan rata-rata sebesar Rp. 200.000,-. Responden yang lain bernama Budi lulusan D3 PMS-ITB Bandung jurusan Mekanika, berumur 25 tahun bekerja di sebuah perusahaan elektonika di Semarang, berpenghasilan rata-rata sebulan Rp. 700.000,-. Pema¬paran data pribadi responden ini dapat diringkas dengan membuat tabel responden. Responden ketiga bernama Cecep berusia 22 tahun, lulusan SMA jurusan A3 (Ilmu-ilmu Sosial) dan belum bekerja, dan seterusnya, sampai dengan responden ke-n.

Pemaparan data responden seperti ini cukup lengkap tetapi sangat tidak efektif terutama untuk jumlah responden yang cukup besar. Salah satu bentuk pema¬paran yang mungkin dapat dibuat adalah sebagai berikut :

 

No Nama Umur Pendidikan Jurusan Pekerjaan Penghasilan

1. Ali 20 SMA A1 PNS 200.000

2. Budi 25 D3 Mekanika Swasta 700.000

3. Cecep 22 SMA A3 – –

4. Dudit 29 Sarjana Pertanian Dosen IPB 600.000

5. Edi 35 SMA IPA Dagang 1.000.000

… . … .dst

 

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa ada 6 variabel, yaitu variabel nama, umur, pendidikan, jurusan, pekerjaan, dan penghasilan. Variabel nama, jurusan dan jenis pekerjaan merupakan variabel berskala pengukuran nominal. Variabel pendidikan berska¬la pengukuran ordinal, sedangkan variabel umur dan penghasilan berskala interval atau rasio.

Kodifikasi ini mencakup dua hal, yaitu kodifikasi terhadap nama variabel dan kodifikasi terhadap nilai variabel. Pemberian kode untuk setiap nama variabel dapat dilakukan dengan nama apa saja, bisa menggunakan singkatan, atau simbol lainnya. Misalnya variabel nama responden dapat diberi kode ‘NARES’, ‘NAMA’, atau ‘NAME’, atau apa saja. Variabel pendidikan tertinggi terakhir responden dapat diberi kode dengan ‘PEND’, ‘PENDIK’, atau ‘EDUC’, dan sebagainya. Meskipun kita bebas memberi kode pada suatu variabel, namun sebaiknya kita memperhatikan beberapa prinsip dalam memberikan kode, yaitu :

1. Pemberian kode suatu variabel hendaknya sependek mungkin dan tidak lebih dari 8 karakter (digit).

2. Bila kode variabel lebih dari satu digit, digit pertama harus menggunakan alphabetik dan digit berikutnya dapat menggunakan alphabetik maupun alphanumerik.

3. Kode yang digunakan hendaknya dapat memudahkan kita membaca atau mengartikannya.

 

Kodifikasi ini tidak hanya untuk nama variabel saja tetapi nilai dari variabel ini juga mungkin harus kita sederhanakan dengan memberi kode. Jawaban yang panjang dapat disederhanakan dengan suatu nilai atau kode tertentu yang lebih sederhana. Penyederhanaan ini dilakukan untuk kepentingan penghematan ruang penyimpanan dan memudahkan dalam pemrosesan dan analisis data. Misalnya variabel pendidikan terakhir responden seperti contoh di atas mempunyai nilai variabel SMA dan D3. Nilai dari variabel ini dapat disederhanakan, misalnya memberi kode 1 untuk responden yang berpendidikan SMA, dan kode 2 untuk yang berpendidikan terakhirnya D3.

Pemberian kode untuk nilai variabel ini tergantung dari model data atau asal datanya. Pemberian kode untuk nilai variabel yang berasal dari pertanyaan yang tertutup relatif lebih mudah daripada pertanyaan yang setengah terbuka ataupun pertanyaan terbuka.

 

Contoh:

Apakah pendidikan/ijazah terakhir Anda ? a. SMA A1/A2/eksakta

b. SMA A3/sosbud

c. SMTA kejuruan

d. D1/D2/D3/SM

e. S1/S2/S3

 

Pemberian kode terhadap nilai variabel dari pertanyaan tertutup ini dapat langsung dibuat. Misalnya responden yang pendidikan terakhirnya SMA A1/A2/eksakta dapat diberi kode ‘a’ atau ‘1’, yang berpendidikan terakhirnya SMA A3 diberi kode ‘b’ atau ‘2’, dan seterusnya.

Pemberian kode terhadap nilai variabel ini dapat digunakan numerik, alphabetik, ataupun alphanumerik. Meskipun demikian, sangat dianjurkan menggunakan numerik. Hal ini dapat mempermudah proses pengolahan dan analisis data selanjutnya serta menginterpretasi hasil analisis. Secara ringkas contoh pertanyaan di atas dapat disederhanakan menjadi ‘PENDIK’, yang berarti pendidikan atau ijazah terakhir yang dimiliki responden. Kode PENDIK ini mempunyai kemungkinan variasi nilai dari 1 sampai dengan 5, dengan rincian sebagai berikut:

 

Kodifikasi nilai variabel yang diturunkan dari pertanyaan terbuka lebih kompleks dan panjang daripada pertanyaan tertutup. Pada pertanyaan terbuka peneliti pertama kali harus membuat daftar (listing) dari seluruh jawaban yang masuk.

Kemudian dari semua jawaban yang masuk itu kita klasifikasikan, kategorisasi atau pengelompokkan dengan suatu kriteria atau pertimbangan tertentu.

 

Misalnya terhadap pertanyaan berikut:

 Apakah pekerjaan Anda sekarang ? …………………..

 

Jawaban yang mungkin akan kita peroleh dari responden adalah sebagai berikut :

 pegawai negeri, pegawai BRI, swasta, guru SMP, dosen PTS, pedagang, bekerja di pabrik, mengelola pabrik sepatu, TNI AD, dan TNI AU.

 

Salah satu alternatif klasifikasi terhadap jawaban tersebut adalah pegawai negeri yang mencakup jawaban pegawai negeri, pegawai BRI, guru SMP, TNI AD, TNI AU, dan sebagainya, nilai jawaban tersebut dapat diberi kode ‘1’. Kode ‘2’ untuk kelompok pegawai swasta, yang mencakup jawaban swasta, dosen PTS, bekerja di pabrik, dan sebagainya. Sedangkan untuk jawaban sebagai pedagang, pengelola pabrik sepatu, dan sebagainya diklasifikasikan sebagai wiraswasta dan diberi kode ‘3’. Mungkin dengan suatu pertimbangan tertentu, kita menganggap perlu membedakan pegawai negeri menjadi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan BUMN sehingga kodenya berturut-turut menjadi ‘1’, ‘2’, dan ‘3’. Adapun untuk pegawai swasta menjadi berkode ‘4’, dan wiraswasta menjadi berkode ‘5’.

Kodifikasi jawaban yang berasal dari pertanyaan setengah terbuka merupakan perpaduan dari cara kodifikasi pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka. Pertanyaan setengah terbuka adalah pertanyaan yang alternatif jawabannya sudah disediakan oleh peneliti, tetapi responden masih mempunyai kesempatan untuk memberikan kemungkinan jawaban yang lainnya yang belum disediakan oleh peneliti.

 

Contoh:

Jika Anda ikut KB, alat kontrasepsi atau cara apakah yang Anda gunakan?

a. IUD/spiral

b. Pil

c. Suntikan

d. …………. .

 

Kita peroleh kemungkinan jawaban sebagai berikut :

memilih a (IUD/spiral), b (Pil), atau c (Suntikan), atau d dengan jawaban

senggama terputus, sistem kalender atau siklus haid, sterilisasi, vasektomi,

dan sebagainya.

 

Kode alternatif jawaban yang dapat digunakan ‘1’ untuk IUD, ‘2’ untuk Pil, dan kode ‘3’ untuk suntikan, sedangkan untuk jawaban bagian d (yang terbuka) dibuat daftar terlebih dahulu tentang kemungkinan jawaban yang telah diisi oleh responden. Kemudian dari daftar tersebut dibuat klasifikasi, kategorisasi, atau pengelompokkan seperti yang dilakukan untuk pertanyaan terbuka. Seandainya peneliti hanya ingin melihat ketiga kemungki¬nan jawaban saja, maka untuk bagian d (apapun jawabannya) dikate¬gorikan sebagai jawaban lain-lain yang diberi kode ‘4’. Tetapi bila peneliti ingin mengetahui tidak hanya ketiga jawaban pertama saja, maka peneliti mungkin dapat memberi kode ‘4’ untuk jawaban senggama terputus, kode ‘5’ untuk sistem penanggalan, kode ‘6’ untuk sterilisasi, dan sebagainya.

Hal yang harus diperhatikan lagi dalam memberi kode terhadap nilai jawaban adalah adanya kode yang konsisten. Kode yang konsisten ini sangat diperlukan terutama terhadap nilai jawaban pertanyaan yang tidak hanya sekedar simbol tetapi juga mempunyai nilai arah, arah positif dan arah negatif. Bila menggunakan kode numerik, arah positif diberi kode dengan angka yang lebih besar daripada arah negatif. Penentuan arah positif ataupun negatif terhadap jawaban pertanyaan tergantung pada patokan atau kepentingan tertentu.

 

Contoh:

Apakah Anda setuju jika PEMILU dilaksanakan pada hari Minggu atau hari libur?

a. Setuju

b. Tidak setuju

 

Apabila kode hanya berupa simbol, maka nilai jawaban tersebut dapat diberi kode ‘0’ untuk setuju dan ‘1’ untuk tidak setu¬ju. Angka 0 dan 1 ini hanya merupakan simbol tidak mempunyai nilai positif atau negatif. Tetapi bila kita mempunyai alasan atau pertimbangan tertentu bahwa PEMILU lebih baik dilaksanakan pada hari Minggu atau hari libur daripada hari kerja, maka pem¬berian kode untuk jawaban setuju tentunya lebih positif daripada jawaban tidak setuju. Pemberian kode ‘0’ untuk jawaban tidak setuju dan kode ‘1’ untuk jawaban yang setuju tidak hanya merupa¬kan simbol tetapi juga mengandung unsur arah. Konsistensi terha¬dap pemberian kode nilai jawaban yang mengandung tendensi nilai (arah) positif dan negatif sangat diperlukan untuk kemudahan dalam:

1. Interpretasi hasil yang diperoleh.

2. Penyusunan indeks, skala, atau komposit variabel.

3. Interpretasi hasil analisis bila dikaitkan dengan pertanyaan lainnya atau variabel lainnya terutama dalam analisis korelasional.

 

B. Kodifikasi tanpa jawaban

 

Seorang responden adakalanya tidak mengisi untuk suatu pertanyaan. Ada beberapa kemungkinan hal ini dapat terjadi. Kemungkinan pertama pertanyaan itu tidak relevan dengan keadaan dirinya. Misalnya seorang responden tidak relevan untuk ditanyakan ‘Apa pekerjaan Anda?’, kalau responden itu tidak atau belum bekerja. Kemungkinan kedua responden tidak atau kurang memahami pertanyaan sehingga tidak memberi jawaban. Kemungkinan ketiga responden memang tidak mengetahui jawabannya. Kemungkinan keempat responden tidak mau memberikan jawaban atau tidak mau menjawab. Jawaban yang tidak diberikan oleh responden sering disebut seba¬gai missing response atau non-response.

Kode untuk nilai variabel atau tidak ada jawaban atas pertanyaan yang diajukan dapat dilakukan sembarang, asal saja kode itu belum digunakan jawaban yang sudah ada. Kode itu dapat saja berupa angka ‘0’, ‘9’, atau ’00’, ’99’, atau ‘000’, ‘999’, dan sebagainya. Pemberian kode ini tidak mutlak, artinya kode untuk nilai pertanyaan tanpa jawaban (missing response) ini dapat menggunakan kode apa saja selama kode itu belum digunakan untuk kode kemungkinan nilai jawaban yang lain. Kode untuk nilai pertanyaan tanpa jawaban ini dinamakan (missing value) atau nilai hilang.

 

C. Tabulasi data

 

Tabulasi data ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu persiapan pemasukan data ke komputer dan pemasukan data ke computer untuk penyimpanan data. Meskipun demikian, pada akhir-akhir ini bila pada waktu awal sudah dirancang jawaban terhadap pertanyaan di kuesioner dengan menggunakan kertas yang dapat dibaca oleh scanner, maka tabulasi data dapat langsung dilakukan segera setelah lembar jawaban tersebut terkumpul dan programnya telah dibuat.

Persiapan pemasukan data ke komputer perlu dilakukan dan direncanakan dengan baik. Biasanya persiapan yang diperlukan adalah membuat buku kode (codebook). Hasil akhir dari kodifikasi adalah mengkonversi data kedalam bentuk kode numerik. Kode-kode ini harus didokumentasi ke dalam buku kode. Selain itu buku kode juga mencatat di lokasi mana atau kolom berapa suatu variabel atau butir pertanyaan itu (akan) diletakkan.

Untuk menentukan berapa kolom yang harus disediakan untuk suatu variabel sangat tergantung dari berapa kemungkinan atau klasifikasi dari jawaban yang ada. Variabel yang bernilai dari 0 sampai 9 hanya memerlukan 1 kolom atau 1 digit saja, variabel yang mempunyai nilai dari 00 sampai 99 memerlukan 2 kolom, dan seterusnya. Sebagai contoh variabel pendidikan (PENDIK) yang telah diuraikan di atas mempunyai 5 kemungkinan jawaban sehingga hanya memerlukan 1 kolom saja.

Bentuk dan model buku kode sangat beragam dan tidak ada standar tertentu. Meskipun demikian,dalam sebuah buku kode setidak-tidaknya memuat kode variabel, nama atau arti dari kode variabel, kode nilai jawaban atau kategorisasi, dan kolom atau digit yang digunakan.

Buku kode ini mempunyai dua fungsi penting. Pertama, buku kode digunakan untuk pedoman utama dalam melakukan tabulasi data ke dalam lembar koding (codesheet). Kedua, buku kode menjadi pedoman dalam melakukan analisis data dan interpretasi hasil analisis.

 

D. Data Entry

 

Pemasukan data ke komputer dan untuk disimpan di media penyimpanan (harddisk, disket, atau tape) dapat dilakukan dengan berbagai program. Paket program komputer untuk menghitung statistik umumnya telah menyediakan menu atau modul khusus untuk memasukkan data. Misalnya paket program SPSS/PC+ dengan program atau modul Data Entry (DE). Modul Data Entry dari SPSS ini merupakan program untuk memasukkan data sehingga siap untuk diolah dan dianalisis oleh modul program SPSS lainnya.

Selain menggunakan DE untuk memasukkan data, program SPSS ini

juga dapat dan mampu untuk membaca dan menterjemahkan data yang dimasukkan dengan beberapa program lainnya dengan bantuan modul Translate yang telah disediakan oleh SPSS. Modul Translate ini mampu menterjemahkan data yang dimasukkan lewat paket program Lotus, Qpro, dBase, Foxbase, Multiplan, Symphony, dan Excel.

Paket program SPSS ini dapat juga membaca data yang dimasukkan lewat program pengolah kata lainnya. Misalnya Notepad, Wordstar (WS), Word Perfect (WP), Microsoft Work, Microsoft Word, DOS Editor, dan sebagainya. Hanya saja data yang telah dimasukkan dengan program-program tersebut harus disimpan dalam bentuk ASCII atau non-dokumen.

 

E. Pembersihan Data (Data Cleaning)

 

Data yang terkumpul, baik yang berasal dari angket/kuesioner, wawancara, atau pengamatan, ataupun tes biasanya tidak begitu bersih. Artinya kemungkinan data itu masih mengandung kesalahan. Kesalahan itu dapat saja berupa salah tulis, kesalahan jawaban, jawaban tidak terisi, jawaban tidak jelas, jawaban meragukan, dan sebagainya. Terhadap semua kemungkinan kesalahan ini, data hasil pengumpulan di lapangan harus dibersihkan.

Pembersihan data ini sebenarnya harus dilakukan ketika pengumpulan dan pencatatan data di lapangan, ketika melakukan tabulasi data, dan selama pengolahan dan analisis data.

Pada saat petugas mengumpulkan data (pencacah) mewawancarai atau mengobservasi responden atau obyek penelitian, peneliti harus dapat melihat dengan jeli apa yang sebenarnya terjadi pada responden. Sebagai patokan untuk kebersihan data yang diperoleh dapat dikembangkan dari pertanyaan-pertanyaan pokok, misalnya:

 Apakah responden yang ditemui dan dijadikan sebagai sumber informasi sudah tepat?

 Apakah sudah setiap butir pertanyaan yang direncanakan sudah diajukan dan dijawab oleh responden dengan lengkap dan jelas?

 Apakah semua jawaban dan informasi dari responden sudah dicatat dan didokumentasi dengan baik?

 

Pada saat tabulasi data, petugas yang mentabulasi (tabula¬tor) hendaknya juga harus melakukannya dengan hati-hati dan teliti. Sebagai patokan untuk kebersihan data yang diperoleh, setiap tabulator harus berpedoman pada beberapa pertanyaan pokok, misalnya saja:

 Apakah jenis instrumen yang hendak ditabulasi sudah cocok dan lengkap?

 Apakah jawaban atau data pada instrumen dapat dibaca dan dipahami?

 Apakah data pada instrumen sudah dikodifikasi dan diletakkan pada kolom yang sesuai dengan buku kode?

 

Proses pembersihan data ini masih akan terus berlangsung selama pengolahan dan analisis data. Pada saat pengolahan data ini peneliti harus terlebih dahulu melakukan pembersihan data sebelum analisis lanjutan dilakukan. Hal ini diperlukan agar hasil analisis berasal dari data yang benar-benar bersih. Ada beberapa alat statistik yang dapat digunakan untuk membantu membersihkan data. Misalnya saja penggunaan tabel distribusi frekuensi dan/atau tabel silang.

 

Berikut ini adalah contoh hasil pengolahan tabel frekuensi untuk suatu variabel :

 

Dari contoh di atas terlihat bahwa variabel jenis kelamin, yang diberi kode SEX mempunyai data yang tidak bersih. Kode nilai variabel jenis kelamin ini ‘0’ untuk wanita dan ‘1’ untuk laki-laki, serta kode ‘9’ untuk yang tidak mengisi pertanyaan tentang jenis kelamin ini. Kalau data itu lengkap dan bersih tentunya hanya bernilai 0 atau 1 untuk kolom VALUE, tetapi dari tabel di atas terdapat juga nilai 4 dan 9. Hal ini memberikan indikasi bahwa ada 2 orang responden (kolom frequencies) yang data variabel jenis kelamin masih salah, sedangkan masih ada 3 orang responden yang tidak mau memberi jawaban untuk pertanyaan jenis kelamin ini.

Yang terutama dan terpenting yang harus ditelusuri adalah 2 responden yang mempunyai VALUE 4. Ada beberapa kemungkinan letak kesalahannya. Pertama orang yang memasukkan data dari lembar koding ke komputer (entry data) salah memasukkannya, untuk mengatasi hal ini kita perlu mencek data di lembar koding. Kemungkinan kedua terletak pada saat mentabulasi data dari instrumen atau angket ke lembar koding, untuk mengatasi masalah ini kita harus mencek ulang angket untuk responden yang bersangkutan.

Suatu tabel silang dapat digunakan untuk membersihkan data terutama mengetahui konsistensi data dari dua (atau lebih) variabel/pertanyaan yang saling berkaitan. Misalnya saja ada beberapa pertanyaan :

 

1. Apakah Anda bekerja ?

a. tidak bekerja —-> langsung ke pertanyaan nomor 4.

b. ya, bekerja —-> teruskan ke pertanyaan nomor 2.

 

2. Jika bekerja, berapa penghasilan rata-rata

per bulan ? Rp. ………..

 

3. Apakah Anda merasa puas dengan penghasilan tersebut ?

a. tidak puas

b. puas

 

Pertanyaan kedua dan ketiga seharusnya hanya relevan diisi oleh mereka yang telah bekerja saja atau pada pertanyaan pertama memilih jawaban b (ya, bekerja). Namun, pada kenyataannya terutama kalau kita menggunakan angket, responden kurang menyadari hal ini meskipun sudah ada petunjuknya, mereka masih banyak yang mengisi pertanyaan nomor 2 dan 3, padahal pada pertanyaan pertama dia memilih jawaban a (tidak bekerja).

Berikut ini adalah contoh penggunaan tabel silang untuk melihat kekonsistensian jawaban responden antara variabel status pekerjaan (STAKER) yang berasal dari pertanyaan nomor 1 dengan variabel tingkat kepuasan terhadap penghasilan yang diperolehnya (PUAS) yang berasal dari pertanyaan nomor 3.

 

Dari tabel silang di atas terlihat bahwa dari 330 orang responden yang menyatakan tidak bekerja sebanyak 163, bekerja 160 orang dan yang tidak memberikan jawaban ada 7 orang. Dari data ini seharusnya yang dapat menjawab pertanyaan tentang kepuasan kerja (pertanyaan nomor 3) adalah mereka yang bekerja saja (ada 160 responden). Tetapi tapi masih ada 3 orang responden yang menjawab pertanyaan nomor 3 dengan jawaban tidak puas padahal mereka menyatakan tidak bekerja. Seharusnya mereka tidak perlu menjawab. Ketiga orang responden ini harus ditelusuri dan dibersihkan datanya. Kemungkinan kekeliruan terjadi pada saat pemasukan data dari lembar koding, atau tabulasi data dari instrumen.

Bila dari penelusuran ini tidak diketemukan adanya kesalahan, maka mungkin kita dapat mengubahnya (recoding) menjadi data hilang. Mereka kita putuskan sebagai tidak bekerja (sesuai denga jawaban mereka pada butir pertanyaan 1) sehingga untuk pertanyaan ketiga dianggap tidak mengisi atau sebagai nilai hilang. Hal ini dilakukan karena untuk menjaga kebersihan data dan kekonsistensian jawaban yang diberikan oleh responden.

 

Dari tabel silang diatas ini juga ditemukan adanya seorang responden yang menjawab puas terhadap penghasilannya tetapi mereka tidak menjawab untuk butir pertanyaan pertama (bekerja atau tidak bekerja). Hal ini jelas ada ketidak konsistensian jawaban dan data inipun harus dibersihkan dan diperbaiki dengan menelusuri ke lembar koding atau ke instrumen. Bila tidak diketemukan adanya kesalahan, maka kita harus mengkonsistensikan jawaban tersebut. Ada dua kemungkinan untuk melakukan ini, pertama kita terima responden tadi untuk menjawab puas terhadap penghasilan yang mereka peroleh, yang berarti kita harus mengubah (recoding) jawaban pada pertanyaan pertama menjadi bekerja (berkode 1).

 

Kemungkinan kedua agar menjadi konsisten adalah dengan menerima jawaban pertanyaan pertama sebagai nilai hilang mising mengubah jawaban pertanyaan ketiga dengan nilai hilang (STAKER=9) dengan konsekuensi kita harus mengubah jawaban pertanyaan ketiga dengan nilai hilang juga (PUAS=9). Dari dua kemungkinan cara mengkonsistensikan jawaban responden tersebut, kemungkinan kedua tampaknya lebih baik dan aman daripada kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua ini memberikan kepastian kepada kita bahwa data yang akan diolah dan dianalisis lebih lanjut benar-benar data yang bersih.

 

Dari tabel silang diatas ini juga terlihat ada seorang responden yang bekerja tetapi tidak memberikan respon atau jawaban untuk pertanyaan kepuasan terhadap penghasilannya. Begitu juga ada 6 responden yang tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan pertama maupun terhadap pertanyaan ketiga. Kedua keadaan ini tidak menggambarkan adanya data yang tidak bersih, sehingga tidak perlu ditelusuri lebih lanjut.

10.3. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah bagian dari statistik yang paling mendasar yang tidak pernah bisa dipisahakan dalam analisis data. Statistik dekskriptif menjadi bagian yang wajib bagi setiap orang yang dekat dengan data.

Statistik deskriptif merupakan proses analisis statistik yang fokus kepada manejemen, penyajian, dan klasifikasi data. Dengan proses ini, data yang disajikan akan menjadi lebih menarik lebih mudah dipahami, dan mampu memberikan makna lebih bagi pengguna data.

Bisa dikatakan, ini adalah analisis dasar yang wajib dikuasai oleh setiap orang yang bekerja dengan data.

1. Penyajian numerik

Penyajian numerik  merupakan statistika deskriptif yang bertujuan untuk membuat data lebih sederhana dalam bentuk ukuran numerik. Dalam hal ini, terdapat berbagai pengukuran seperti mean, median, modus, variance, dll.

2. Visualisasi data

Visualisasi data bertujuan merupakan statistika deskriptif yang bertujuan untuk menyajikan data dalam bentuk visual atau grafik sehingga lebih menarik dan lebih mudah dipahami.

Dalam visualisasi ini, kita bisa menggambarkan data dalam beragam bentuk seperti menggunakan tabel, diagram batang (bar chart), diagram garis (line chart), diagram kue (pie chart), pemetaan wilayah, dll yang tentunya semakin berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi.

Manfaat dari statistik deskriptif

Statistik deskriptif sangatlah bermanfaat dalam penyajian sebuah data.

1. Memberikan gambaran dan deskripsi bagaimana informasi yang dimiliki data tersebut

 

Statistik deskriptif haruslah mampu memberikan gambaran informasi apa saja yang bisa didapat secara dari data yang kita gunakan. Daripada hanya menggunakan angka-angka tanpa format yang baku, akan lebih menarik bila ditampilan dalam bentuk grafik dan tabel.

 

2. Menjelaskan karakteristik sebuah data

Statistik deskriptif juga memberikan karakteristik tentang data yang digunakan. Hal ini penting karena kondisi data yang digunakan akan memengaruhi seluruh analisis data yang kita lakukan.

Dengan memahami karakteristik, kita bisa memilih perlakuan yang tepat dalam analisis yang lebih mendalam nantinya.

 

Ukuran statistik deskriptif

Secara umum, ada 2 jenis pengukuran statistik deskriptif.

1. Ukuran pemusatan

Ukuran pemusatan adalah metode paling lazim yang digunakan dalam analisis deskriptif. Metode ini fokus untuk menggambarkan kondisi data di titik pusat.

Secara umum, kita bisa melihat bagaimana kondisi data dengan melihat dimana letak pusat data tersebut. Biasanya, pusat data sendiri akan berada pada nilai tengah, meskipun tida selalu demikian.

Untuk membuktikan hal ini secara matematis maka pengukuran yang sering digunakan adalah mean, median, dan modus. Kita bahas satu per satu.

·         Mean merupakan rata-rata dari sekumpulan data yang kita miliki. Formulanya sangat sederhana. Anda hanya perlu menjumlah nilai dari seluruh data yang dimiliki dan membaginya dengan jumlah data tersebut.

·         Median adalah nilai tengah dari sebuah data. Bila kita memiliki sekumpulan data, kita bisa mengurutkan data tersebut dari nilai terkecil hingga terbesar. Jika kita memiliki jumlah data ganjil, maka nilai tengah data tersebut akan langsung menjadi median. Namun bila kita memiliki data genap, kita perlu menemukan nilai rata-rata dari nilai tengah data tersebut.

·         Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam sekelompok data. Kita hanya perlu melihat nilai mana yang paling sering muncul dalam kelompok tersebut. Bila jumlah frekuensi setiap data sama, maka nilai modus tidak ada.

2. Ukuran keragaman

Ukuran keragaman merupakan ukuran untuk menyajikan bagaimana sebaran dari data tersebut. Ukuran keragaman menunjukkan bagaimana kondisi sebuah data menyebar di kelompok data yang kita miliki. Hal ini memungkinkan kita untuk menganalisis seberapa jauh data-data tersebut tersebar dari ukuran pemusatannya.

Bila sebaran datanya rendah, ini menunjukkan bahwa data tersebar tidak jauh dari pusatnya. Bila sebarannya jauh ini menunjukkan bahwa data tersebar jauh dari pusatnya.

Untuk menggambarkan hal ini, anda bisa menggunakan beberapa nilai pengukuran berikut.

1.Range

Range atau rentang merupakan selisih dari nilai terbesar dan nilai terkecil yang kita miliki. Range merupkan hal yang paling sederhana dan paling mudah dimengerti dalam ukuran penyebaran. Range menunjukkan seberapa jauh sebaran dengan mengabaikan bentuk distribusinya.

2. Quartiles Range

Rentang Quartiles atau rentang kuartil merupakan ukuran penyebaran yang membagi data menjadi 4 bagian. Sesuai dengan namanya, kuartil membagi data menjadi 25 persen di setiap bagiannya.

Ada 3 jenis nilai kuartil yang perlu kita tahu :

Q1 atau kuartil bawah yang memuat 25 persen dari data dengan nilai terendah

Q2 atau kuartil tengah, yang membagi data menjadi 2 bagian sama besar 50 persen terkecil dan 50 persen terbesar. Q2 juga memiliki nilai yang sama dengan median.

Q3 atau kuartil atas yang memuat 25 persen dari data dengan nilai tertinggi.

3. Persentil

Persentil merupakan ukuran penyebaran yang membagi data menjadi 100 bagian sama besar.

4. Desil

Desil merupakan ukuran penyebaran yang membagi data menjadi 10 bagian sama besar.

4. Varians

Varians merupakan ukuran seberapa jauh menyebar dari nilai rata-ratanya. Semakin kecil nilai varians, semakin dekat sebaran data dengan rata-rata. Semakin besar nilai varian, semakin besar sebaran data terhadap nilai rata-ratanya.

5. Standar deviasi

Standar deviasi merupakan ukuran lain dari sebaran data terhadap rata-ratanya. Bila anda menggunakan varians, maka nilai yang anda dapatkan sangatlah besar. Nilai ini tidak mampu menggambarkan bagaimana sebaran data yang sebenarnya terhadap rata-rata.

Untuk mendapatkan nilai yang lebih mudah diinterpretasikan, standar deviasi adalah ukuran yang lebih tepat. Standar deviasi menghasilkan nilai yang lebih kecil dan mampu menjelaskan bagaimana sebaran data terhadap rata-rata.

Standar deviasi disebut juga dengan simpangan baku.

6. Skewness

Skewness merupakan ukuran yang menunjukkan bagaimana kemencengan sebuah data terhadap rata-ratanya. Skewness juga bisa dikatakan sebagai ukuran ketidaksimetrisan sebuah data.

Sk > 0 artinya kurva dikatakan menceng kanan (positif)

Sk = 0 artinya kurva normal

Sk < 0 artinya menceng kiri (negatif)

7. Kurtosis

Kurtosis merupakan ukuran yang menunjukkan bagaimana keruncingan sebuah data di dalam distribusinya. Kurtosis biasa disebut juga sebagai derajat keruncingan. Kurtosis dihitung dengan formula momen keempat dari rata-rata.

Nilai kurtosis = 3, artinya data memiliki distribusi normal

Nilai kurtosis > 3, artinya data memiliki distribusi leptokurtic (lebih runcing)

Nilai kurtosis < 3 artinya data memiliki distribusi platikurtik (lebih rata)

 

 

 

 

 

 

 

 

11. Daftar Pustaka

https://pakarkomunikasi.com/macam-macam-media-komunikasi-dalam-jaringan

https://www.baktikominfo.id/id/informasi/pengetahuan/protokol_jaringan_komputer_pengertian_fungsi_dan_jenisnya-710

https://professorkeren.wordpress.com/model-model-jaringan-komputer/

https://idcloudhost.com/fasilitas-yang-tersedia-dari-internet/

https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet#:~:text=Internet%20merupakan%20jaringan%20komputer%20yang,hardware%20dan%20software%20komputer%20yang

https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Internet#:~:text=Protokol%20Internet%20(Inggris%20Internet%20Protocol,routing%20paket%20data%20antar%20host%2D

https://syahril9kholif.wordpress.com/bab-4-tata-cara-akses-internet/

https://www.niagahoster.co.id/blog/wp-content/uploads/2019/07/DNS_schema-1024x569.png

https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-dns/

https://idcloudhost.com/kamus-hosting/email/

https://www.dewaweb.com/blog/apa-itu-ftp-pengertian-kelebihan-kekurangan-dan-cara-kerjanya/

https://www.dewaweb.com/blog/telnet-panduan-lengkap/

https://www.advernesia.com/blog/internet/browser-adalah/

http://adaadalah.blogspot.com/2016/01/pengertian-chat-adalah-chatting.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Milis

https://www.mobilestatistik.com/statistical-product-and-service-solution-spss/

https://fuddin.wordpress.com/2009/03/03/persiapan-pengolahan-data-dengan-spss/

https://yuvalianda.com/statistik-deskriptif/


Apabila ada file yang rusak bisa di download disini

 

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Copyright to this people

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

Powered by Blogger.

Search This Blog

Travel everywhere!

Author Description

Hey there, We are Blossom Themes! We are trying to provide you the new way to look and use the blogger templates. Our designers are working hard and pushing the boundaries of possibilities to widen the horizon of the regular templates and provide high quality blogger templates to all hardworking bloggers!

Advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Advertisement

Keep Traveling

Climb the mountains

Bottom Ad [Post Page]

Full width home advertisement

Travel the world

Recent

Comments